Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Serang Mobil Polisi dan Kamp Pengungsi di Gaza, 11 Orang Tewas
pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
  • Pasukan Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza yang menewaskan 11 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, serta merusak kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
  • Perbatasan Zikim di Gaza utara dibuka kembali setelah 40 hari ditutup, memungkinkan masuknya sekitar 100 truk bantuan kemanusiaan meski masih jauh dari target 600 truk per hari.
  • Hamas menolak tuntutan pelucutan senjata dalam negosiasi di Kairo dan menegaskan Israel harus menghentikan pelanggaran serta memastikan kelancaran bantuan sebelum membahas tahap lanjutan gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel menewaskan sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dalam berbagai serangan di Jalur Gaza pada Selasa (14/4/2026). Serangan ini semakin merusak kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Otoritas pertahanan sipil setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas termuda adalah seorang balita dan satu remaja berusia 14 tahun. Rentetan gempuran tersebut menargetkan wilayah utara hingga pusat kota di Jalur Gaza.

1. Seorang balita dan remaja jadi korban tewas

pemandangan Jalur Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Empat orang tewas ketika serangan udara menghantam sebuah kendaraan polisi di Kota Gaza. Balita berusia tiga tahun bernama Yahya Al-Malahi dan seorang petugas kepolisian termasuk di antara korban tewas.

"Sesuatu menghantam kami secara tiba-tiba saat berada di dekat persimpangan Timraz. Mereka menembak kendaraan polisi ketika kami sedang berjalan," ungkap ayah korban, Mukhlis Al-Malahi, dilansir CBC.

Insiden tersebut juga mengakibatkan sembilan pejalan kaki di sekitar lokasi mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Pada malam harinya, serangan drone di dekat sebuah kafe kamp pengungsi Shati turut menewaskan lima orang.

Pihak medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi telah menerima kelima jenazah dari serangan di kawasan padat penduduk tersebut. Sementara itu, di wilayah utara dekat Jabalia, tembakan Israel juga menewaskan remaja bernama Ahmed Halawa.

2. Bantuan kemanusiaan masuk lewat perbatasan Zikim

truk membawa bantuan ke Gaza melalui penyeberangan Zikim (U.S. Army photo by Sgt. 1st Class Malcolm Cohens-Ashley, Public domain, via Wikimedia Commons)

Di tengah rentetan serangan, perbatasan Zikim di Gaza utara akhirnya dibuka kembali untuk pengiriman pasokan kemanusiaan. Jalur ini kembali beroperasi setelah ditutup selama 40 hari.

Otoritas Israel sebelumnya memblokir seluruh akses penyeberangan dengan alasan keamanan menyusul serangan di Iran pada akhir Februari. Penutupan berkepanjangan membuat dua juta penduduk Gaza kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka.

"Pembukaan jalur membantu mengatasi kebutuhan kritis pasokan untuk Gaza utara. Kami tidak perlu lagi mengangkutnya dari wilayah selatan," ujar juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, dilansir The New Arab.

Meski akses sudah dibuka, hanya sekitar 100 truk bantuan yang diizinkan melintas masuk melalui perbatasan tersebut pada Senin. Angka ini masih sangat jauh dari ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang mewajibkan masuknya 600 truk setiap harinya.

3. Hamas tolak tuntutan pelucutan senjata dalam negosiasi

perayaan 25 tahun Hamas di Gaza pada 2012 (Fars Media Corporation, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Bersamaan dengan krisis di lapangan, delegasi Hamas sedang mengadakan pertemuan dengan utusan Board of Peace (BoP) di Kairo, Mesir. Mereka hadir untuk merundingkan kerangka kerja gencatan senjata fase kedua.

Fase lanjutan ini memuat tuntutan pelencatan senjata bagi kelompok militan Palestina tersebut. Namun, Hamas mengisyaratkan akan menolak tuntutan itu jika tidak ada komitmen nyata dari Israel untuk menjalankan fase pertama secara konsisten.

Pejabat Palestina menegaskan bahwa Hamas mendesak Israel untuk terlebih dahulu menghentikan pelanggaran yang terjadi nyaris setiap hari. Tercatat lebih dari 750 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan Oktober.

Kelompok tersebut juga menuntut kelancaran masuknya 600 truk bantuan kemanusiaan harian sesuai kesepakatan awal. Mereka menuntut jaminan dimulainya proses pembangunan kembali Jalur Gaza sebelum membahas opsi pelucutan senjata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team