Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siswa Perempuan di Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel saat Belajar

Siswa Perempuan di Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel saat Belajar
ilustrasi anak-anak di Gaza, Palestina (pixabay.com/badwanart0)
Intinya Sih
  • Seorang siswi SD bernama Ritaj Rihan tewas ditembak tentara Israel saat belajar di tenda sekolah di Beit Lahiya, Gaza utara, memicu kecaman keras dari Kementerian Pendidikan Palestina.
  • Kementerian Pendidikan menilai penembakan itu sebagai bagian dari kebijakan sistematis Israel terhadap rakyat Palestina dan mengecam diamnya komunitas internasional atas pelanggaran gencatan senjata.
  • Anak-anak Gaza kini belajar di tenda darurat akibat kehancuran sekolah, sementara data menunjukkan 738 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 dengan mayoritas korban perempuan dan anak-anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times -Seorang siswa perempuan tewas terkena tembakan Israel saat sedang belajar di sekolahnya di Gaza utara pada Kamis (9/4/2026). Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel sejak Oktober 2025.

Kementerian Pendidikan mengidentifikasi korban sebagai Ritaj Rihan, seorang siswa kelas 3 sekolah dasar. Rihan ditembak di depan teman-temannya saat sedang belajar di sebuah tenda di kota Beit Lahiya. Insiden itu mengakibatkan para siswa yang menyaksikannya mengalami trauma parah.

1. Dinilai sebagai kebijakan sistematis Israel yang targetkan rakyat Palestina

pasukan Israel
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Kementerian Pendidikan mengecam penembakan tersebut, menyebutnya sebagai kejahatan brutal dan mengerikan.

“Itu bukan insiden yang terisolasi, melainkan perpanjangan langsung dari kebijakan sistematis yang menargetkan rakyat Palestina,” bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Anadolu.

Pihaknya menegaskan bahwa Israel memikul tanggung jawab penuh atas pembunuhan itu dan mengecam sikap diam komunitas internasional, yang dianggap sama dengan mendukung tindakan Israel.

Sementara itu, militer Israel sejauh ini belum memberikan komentar.

2. Anak-anak di Gaza belajar di tenda karena sekolah hancur

kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel
kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari The New Arab, Israel hingga saat ini masih menguasai lebih dari separuh Jalur Gaza. Hampir semua bangunan di wilayah yang dikontrol Israel telah diratakan, sementara warganya diusir.

Akibatnya, hampir seluruh penduduk yang berjumlah lebih dari 2 juta orang terkurung di sekitar sepertiga wilayah Gaza. Sebagian besar dari mereka tinggal di tenda darurat dan bangunan yang rusak.

Sementara itu, anak-anak belajar di tenda-tenda yang padat, dengan guru sukarelawan yang mengajar mereka. Kelas darurat ini menghadapi berbagai tantangan serius, termasuk cuaca ekstrem, kekurangan sumber daya, dan risiko keamanan.

3. Sebanyak 738 warga Palestina di Gaza tewas sejak gencatan senjata

kondisi pengungsian di Gaza saat hujan turun
kondisi pengungsian di Gaza saat hujan turun (Ashraf Amra, CC BY-SA 3.0 IGO <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/igo/deed.en>, via Wikimedia Commons)

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 738 warga Palestina telah tewas dan 2.036 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak dimulainya gencatan senjata pada Oktober 2025. Sementara itu, total korban tewas sejak perang meletus pada Oktober 2023 mencapai lebih dari 72 ribu orang, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Pada Minggu (5/4/2026), sayap bersenjata Hamas menyatakan tidak akan melucuti senjata mereka sampai Israel sepenuhnya menerapkan tahap pertama gencatan senjata. Mereka menilai bahwa tuntutan semacam itu berisiko memperpanjang perang genosida di Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More