Serangan Israel di Gaza Tewaskan Jurnalis Al Jazeera

- Serangan drone Israel di Jalur Gaza menewaskan jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, menambah daftar panjang korban jurnalis sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
- Al Jazeera dan otoritas Gaza mengecam pembunuhan Wishah sebagai pelanggaran hukum internasional serta bukti penargetan sistematis terhadap jurnalis Palestina oleh militer Israel.
- Data RSF mencatat lebih dari 220 jurnalis tewas akibat serangan Israel di Gaza dalam dua tahun terakhir, termasuk sepuluh dari jaringan Al Jazeera.
Jakarta, IDN Times -Serangan drone Israel di Jalur Gaza menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera pada Rabu (8/4/2026). Kematiannya menambah daftar panjang jurnalis yang terbunuh oleh Israel sejak perang meletus pada Oktober 2023.
Mohammed Wishah, koresponden Al Jazeera di Gaza, tewas setelah serangan drone menghantam mobil yang ia tumpangi di Jalan al-Rashid di sebelah barat Kota Gaza. Satu orang lainnya juga tewas akibat serangan tersebut. Hingga kini, militer Israel belum memberikan komentar.
Jaringan Media Al Jazeera mengutuk keras pembunuhan Wishah, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh hukum dan norma internasional.
“Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak tetapi kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang dimaksudkan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesionalnya,” demikian pernyataan dari jaringan tersebut.
1. 733 orang di Gaza tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata

Jurnalis Al Jazeera, Ibrahim al-Khalili, mengatakan bahwa fakta Wishah terbunuh saat melintas di jalan utama di Kota Gaza menunjukkan bahwa situasi semakin memburuk sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025.
“Sudah hampir 6 bulan sejak ‘gencatan senjata’ yang ditengahi AS diberlakukan, dan pelanggaran Israel terus berlanjut–menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida sejak hari pertama,” kata al-Khalili.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, militer Israel telah melakukan sekitar 2 ribu pelanggaran gencatan senjata sejak Oktober 2025. Laporan otoritas kesehatan setempat menyebutkan sedikitnya 733 warga Palestina telah tewas dan 2.034 lainnya terluka sejak saat itu.
2. Israel dituding lakukan pembunuhan secara sistematis terhadap jurnalis Palestina

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pembunuhan Wishah sebagai contoh penargetan dan pembunuhan secara sistematis terhadap jurnalis Palestina oleh Israel. Pihaknya menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab dan lembaga-lembaga media di seluruh dunia untuk mengecam kejahatan sistematis terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza.
Kantor itu juga mendesak komunitas internasional dan organisasi terkait untuk menghentikan serangan berulang tersebut, mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab di pengadilan internasional, serta memberikan tekanan yang serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida di Gaza.
3. Lebih dari 220 jurnalis tewas akibat serangan Israel di Gaza

Menurut Reporters Without Borders (RSF), lebih dari 220 jurnalis telah tewas akibat serangan pasukan Israel di Gaza selama lebih dari 2 tahun perang. Sebanyak 70 di antaranya terbunuh saat menjalankan tugas mereka.
Dengan kematian Wishah, total 10 jurnalis Al Jazeera telah tewas akibat serangan Israel di Gaza. Sebelumnya, pada 10 Agustus 2025, empat jurnalis Al Jazeera dan dua jurnalis lepas tewas akibat serangan Israel di luar rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Beberapa pekan kemudian, jurnalis Al Jazeera, Mohammad Salama, tewas akibat serangan di Kompleks Medis Nasser di Gaza selatan, dilansir dari The New Arab.

















