Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Terus Serang Lebanon di Tengah Negosiasi AS-Iran
sudut kota Beirut, Lebanon. (unsplash.com/christellehayek)
  • Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke lebih dari 30 lokasi di Lebanon selatan dan timur, menewaskan puluhan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
  • Hizbullah membalas dengan roket dan artileri ke posisi pasukan Israel, sementara korban tewas di Lebanon telah menembus lebih dari tiga ribu jiwa sejak awal konflik.
  • Pemimpin Hizbullah Naim Qassem berharap kelompoknya masuk dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, namun menolak pelucutan senjata dan memperingatkan pemerintah Lebanon agar tak bernegosiasi langsung dengan Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah selatan dan timur Lebanon pada Sabtu dan Minggu (23-24/5/2026). Serangan ini terus berlanjut meski ada negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Serangan paling mematikan terjadi di Sir al-Gharbiyeh pada hari Sabtu yang menewaskan 11 orang. Insiden tersebut menewaskan enam perempuan dan satu anak kecil.

1. Israel serang lebih dari 30 lokasi

jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)

Kantor Berita Nasional Lebanon mencatat lebih dari 30 lokasi menjadi target serangan udara Israel pada hari Minggu. Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk belasan desa di selatan dan lembah Bekaa. Serangan udara di al-Namiriya menewaskan dua pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor.

Di lokasi lain, seorang paramedis tewas akibat serangan drone saat memeriksa lokasi pengeboman di Arab Salim. Dua warga juga dilaporkan tewas akibat gempuran di kota Tebnine. Tim penyelamat turut mengevakuasi tiga jenazah dari puing-puing rumah yang hancur di Srifa.

"Serangan ini sangat beringas dan menyasar tempat yang penuh dengan banyak orang. Lokasi ini mencakup rumah dan komunitas masyarakat," kata reporter Al Jazeera, Obaida Hitto .

2. Hizbullah balas menyerang posisi pasukan Israel

tentara Hizbullah saat latihan militer (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kelompok Hizbullah tidak tinggal diam dan terus membalas serangan pasukan Israel. Mereka meluncurkan roket ke arah tentara Israel yang beroperasi di wilayah Lebanon pada hari Minggu.

Kendaraan militer Israel di dekat Sungai Deir Siryan juga menjadi sasaran tembakan artileri Hizbullah. Sehari sebelumnya, serangan drone Hizbullah menewaskan satu tentara Israel dan melukai dua lainnya.

Pasukan darat Israel saat ini telah merangsek masuk cukup dalam ke wilayah Lebanon. Mereka beroperasi hingga radius 10 kilometer dari perbatasan selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban tewas sejak awal perang kini menembus 3.123 jiwa. Sementara itu, lebih dari 9 ribu warga lainnya terluka akibat konflik yang masih berkecamuk.

3. Hizbullah berharap dimasukkan dalam kesepakatan AS-Iran

pemimpin Hizbullah Naim Qassem (al-vefagh.com, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Harapan damai muncul lewat wacana gencatan senjata selama 60 hari antara AS dan Iran. Pemimpin Hizbullah Naim Qassem berharap kelompoknya bisa masuk dalam kesepakatan tersebut.

"Insyaallah, kesepakatan ini akan diselesaikan dan ada tanda-tanda penyelesaiannya. Kami juga akan termasuk di antara mereka yang tercakup dalam kesepakatan penghentian permusuhan penuh ini," ujar Naim Qassem, dilansir The Guardian.

Kendati mendukung perdamaian, Qassem menolak wacana pelucutan senjata kelompoknya. Ia juga memperingatkan otoritas Lebanon agar tidak melakukan negosiasi langsung dengan Israel.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali hak negaranya untuk membela diri. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Hizbullah berusaha menyeret Lebanon kembali ke dalam kekacauan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article