pemimpin Hizbullah Naim Qassem (al-vefagh.com, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Harapan damai muncul lewat wacana gencatan senjata selama 60 hari antara AS dan Iran. Pemimpin Hizbullah Naim Qassem berharap kelompoknya bisa masuk dalam kesepakatan tersebut.
"Insyaallah, kesepakatan ini akan diselesaikan dan ada tanda-tanda penyelesaiannya. Kami juga akan termasuk di antara mereka yang tercakup dalam kesepakatan penghentian permusuhan penuh ini," ujar Naim Qassem, dilansir The Guardian.
Kendati mendukung perdamaian, Qassem menolak wacana pelucutan senjata kelompoknya. Ia juga memperingatkan otoritas Lebanon agar tidak melakukan negosiasi langsung dengan Israel.
Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali hak negaranya untuk membela diri. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Hizbullah berusaha menyeret Lebanon kembali ke dalam kekacauan.