Jakarta, IDN Times – Pemerintah Italia yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Giorgia Meloni menyiapkan larangan burqa dan niqab di lingkungan sekolah. Meloni menyampaikan rencana kebijakan tersebut saat menghadiri pertemuan sayap muda partainya, Brothers of Italy (FdI), pada Minggu (20/9/2026).
Selain mengatur penutup wajah, paket kebijakan tersebut juga mencakup pembatasan jumlah siswa asing di setiap kelas serta kewajiban mengikuti pelajaran bahasa Italia bagi orang tua murid yang kesulitan berintegrasi. Rencana itu disiapkan ketika isu imigrasi diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam pemilihan umum tahun depan.
Aturan tersebut akan segera dibawa ke kabinet Italia untuk pembahasan lebih lanjut. Agar dapat berlaku sebagai undang-undang, perubahan aturan itu membutuhkan persetujuan parlemen dalam waktu 60 hari setelah disahkan pemerintah.
Meloni menyampaikan alasan pemerintah mendorong kebijakan tersebut melalui pernyataannya.
“Bagi kami, siapa pun yang datang ke Italia dan ingin membangun masa depannya di sini harus mempelajari bahasa kami, memahami budaya kami, dan menghormati aturan kami. Inilah satu-satunya cara serius untuk menyambut mereka,” ujar Meloni, dikutip Al Jazeera.
