ilustrasi demo (pexels.com/Life Matters)
Dalam demo tersebut, para pemuda Italia memprotes sejumlah isu, yakni agresi Israel di Gaza, Palestina, dan kenaikan biaya hidup di negaranya. Para pengunjuk rasa meminta Pemerintah Italia untuk mendesak Israel berhenti menyerang Gaza dan memperbaiki kondisi perekonomian negara. Sebab, biaya hidup yang naik membuat warga Italia, terutama yang berasal dari kalangan menengah dan menengah ke bawah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aksi demo ini lantas mendapat kecaman dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Dalam pernyataannya pada Senin, Meloni mengatakan, dirinya mendukung aparat keamanan Italia untuk melakukan tindakan tegas terhadap semua pemuda yang terlibat dalam demo anarkis pada pekan lalu. Sebab, aksi tersebut tidak hanya membuat negara menjadi gaduh, tetapi juga membahayakan banyak warga Italia.
“Sekali lagi, para perempuan dan laki-laki dari pasukan penegak hukum harus menghadapi kekerasan dari para penjahat yang bahkan melalui kelompok-kelompok terorganisir, mengeksploitasi demonstrasi untuk mencari konfrontasi dan menabur kekacauan. Mereka ada di sana untuk menjaga keselamatan warga, pekerja, pedagang, dan semua orang yang berhak tinggal di kota mereka tanpa rasa takut dan tanpa melihatnya hancur dan dibakar oleh gerombolan preman. Kami mendukung kalian," tulis Meloni di X dikutip Fox News.