Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Istana Jawab Kritik Spanduk Greenpeace, Prasetyo: Kita Semua Berusaha Keras

4 min read
Istana Jawab Kritik Spanduk Greenpeace, Prasetyo: Kita Semua Berusaha Keras
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah menjawab kritik Greenpeace Indonesia terkait persoalan lingkungan dan penanganan bencana melalui keterangan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

  • Penanganan karhutla dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

  • Laporan operasi mencatat penggunaan bahan semai, ratusan sorti penerbangan, hujan di sejumlah wilayah, serta penurunan konsentrasi PM2.5 di Sumatera Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menjawab kritik Greenpeace Indonesia yang menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Dalam aksinya, Greenpeace Indonesia menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” yang menghadap ke arah Istana Merdeka di utara. Sementara itu, spanduk lain bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” menghadap ke arah selatan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah terus bekerja keras menanggulangi bencana yang ada di Indonesia, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita semua berusaha sekeras-kerasnya, semua dilakukan," ujar Prasetyo dalam keterangannya.

  1. 1. Pemerintah terus berusaha

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Prasetyo menegaskan, pemerintah juga tidak ingin terjadi bencana. Oleh karena itu, pemerintah terus bekerja optimal agar karhutla dapat segera berakhir.

    "Bukan juga kemudian tidak ngapa-ngapain sebagaimana yang ditulis di spanduk. Kan ya tentunya kita tidak mungkin menghendaki semua ini terjadi dan berlarut-larut," kata dia.

  2. 2. Prasetyo beberkan penanganan karhutla

    Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
    Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Prasetyo menegaskan, pemerintah terus mengintensifkan penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah. Hingga Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB, operasi tersebut berlangsung di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

    Pelaksanaan OMC dilakukan dengan penyemaian bahan tertentu untuk mendukung pembentukan hujan, sekaligus menggunakan metode khusus untuk membantu mengurangi konsentrasi asap yang mengganggu jarak pandang. Bahan semai yang digunakan antara lain natrium klorida (NaCl) dan dry ice atau es kering, menyesuaikan kondisi atmosfer di wilayah operasi.

    Di Sumatra Selatan, operasi modifikasi cuaca berlangsung sejak (16/10/2026). Hingga Selasa (20/10/2026) pagi, tercatat delapan sorti penerbangan dengan penggunaan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.

    Selain melalui Posko Palembang, operasi juga mendapat dukungan dari Posko Lampung untuk mengantisipasi kendala jarak pandang di Palembang. Dukungan menggunakan dry ice dari posko tersebut berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 dengan enam sorti penerbangan dan total penggunaan 4.800 kilogram bahan semai.

    Berdasarkan laporan operasional, pelaksanaan OMC di Sumatra Selatan menunjukkan hasil positif berupa penurunan konsentrasi PM2.5 serta peningkatan jarak pandang. Perbaikan tersebut diharapkan mendukung kelancaran operasi udara dalam penanganan karhutla.

  3. 3. Penanganan karhutla di Kalimantan

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Kalimantan Tengah

    Di Kalimantan Tengah, OMC telah berlangsung sejak 26 Agustus 2026. Hingga 20 Oktober 2026 tercatat 48 sorti penerbangan dengan total penggunaan 43.800 kilogram NaCl.

    Selama pelaksanaan operasi, volume curah hujan yang dihasilkan tercatat mencapai 67,45 juta meter kubik. Pemerintah juga mendapat dukungan dari posko di Kalimantan Selatan untuk mengatasi kendala jarak pandang yang menghambat pelaksanaan penerbangan dari wilayah Kalimantan Tengah.

    Dukungan tersebut mulai dilaksanakan pada (18/10/2026) melalui dua sorti penerbangan. Total bahan semai yang digunakan terdiri dari 800 kilogram dry ice dan 800 kilogram NaCl.

    Laporan lapangan dan hasil pengamatan alat penakar hujan otomatis menunjukkan hujan turun di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Daerah yang melaporkan hujan meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

    Kalimantan Selatan

    Operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan telah berlangsung sejak 10 Oktober 2026. Hingga 20 Oktober pukul 06.00 WIB, tercatat 23 sorti penerbangan dengan penggunaan 23.000 kilogram NaCl.

    Pelaksanaan OMC di wilayah tersebut didukung dua unit pesawat. Selama operasi berlangsung, volume curah hujan yang dihasilkan tercatat mencapai 222,67 juta meter kubik.

    Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan juga melaporkan kejadian hujan, yakni Kabupaten Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemantauan pemerintah dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

    Kalimantan Barat

    Sementara itu, Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah sorti penerbangan terbanyak di antara empat provinsi dalam laporan tersebut. OMC di wilayah ini telah berlangsung sejak 22 Agustus 2026 dengan total 107 sorti penerbangan.

    Selama pelaksanaan operasi, sebanyak 98.800 kilogram NaCl telah digunakan sebagai bahan semai. Volume curah hujan yang dihasilkan tercatat mencapai 471,2 juta meter kubik.

    Berdasarkan laporan kejadian hujan pada Senin (19/10/2026), hujan turun di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Pontianak, Bengkayang, Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Ketapang.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More