Aksi kekerasan yang terjadi pada Rabu malam di ibukota negara bagian Brandenburg itu, telah membuat banyak pihak terkejut, khususnya para pejabat pemerintahan setempat. Mereka juga segera memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.
Perdana Menteri negara bagian Brandenburg yang bernama Dietmar Woidke mengatakan, "pikiran saya tertuju pada para korban dan belasungkawa saya kepada kerabat," ujarnya.
Mereka yang menjadi sasaran aksi kekerasan tersangka, melansir dari kantor berita Straits Times, adalah para pasien yang menderita kecacatan. Bahkan disebutkan, ada yang menderita sangat parah sehingga membutuhkan oksigen sebagai bantuan pernapasan.
Klinik Oberlin itu dijalankan oleh layanan kesejahteraan sosial Gereja Lutheran. Mereka mengkhususkan diri dalam membantu penderita cacat fisik dan mental, termasuk pasien buta, tuli, dan autis parah.
Matthias Fichtmueller, direktur teologi di klinik itu menjelaskan bahwa upacara untuk mengenang para korban akan dilakukan pada Kamis malam (29/3). Fichtmueller mengatakan "kami tercengang. Ketika kasus ini telah dimasukkan ke dalam sistem peradilan pidana, kami masih harus hidup dengan luka-luka."