Hong Kong Tahan 6 Pelaku Penyelundupan Merchandise Piala Dunia Ilegal

- Otoritas Bea Cukai Hong Kong menahan enam orang dalam Operasi 'Clean Sheet' dan menyita barang tiruan senilai 156 juta dolar Hong Kong, termasuk jersei Piala Dunia 2026.
- Petugas menemukan sekitar 230 ribu barang ilegal, dengan 30 ribu di antaranya berupa jersei tiruan berbagai tim nasional yang memiliki kemiripan tinggi dengan produk resmi.
- Sindikat mengemas produk secara meyakinkan menggunakan label palsu dan stiker pelindung, dengan sekitar 80 persen barang ditujukan ke pasar Amerika Utara menjelang Piala Dunia.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Bea Cukai Hong Kong menyita ratusan ribu barang tiruan, termasuk jersei Piala Dunia 2026, pada Kamis (11/6/2026). Nilai total barang sitaan tersebut diperkirakan mencapai 156 juta dolar Hong Kong (Rp354,2 miliar).
Sebanyak enam orang ditahan dalam operasi ini. Mayoritas barang ilegal tersebut rencananya akan diekspor untuk memenuhi permintaan pasar menjelang turnamen di Amerika Utara.
1. Penahanan enam pelaku dalam Operasi "Clean Sheet"

Operasi penegakan hukum bersandi "Clean Sheet" ini berlangsung dari 26 Mei hingga 10 Juni 2026. Petugas Bea Cukai menyasar sejumlah pusat logistik lokal dan pos pemeriksaan perbatasan.
Pihak berwenang menahan enam pria, salah satunya adalah pengemudi truk lintas batas berusia 36 tahun di pos pemeriksaan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao. Lima tersangka lainnya yang berusia 17 hingga 30 tahun ditangkap karena menjual jersei tiruan melalui platform daring.
Selain perlengkapan olahraga, petugas juga menemukan jam tangan dan tas tiruan. Barang-barang ini diduga dipersiapkan untuk memenuhi permintaan wisatawan di mancanegara.
"Semua jersei yang disita ditujukan ke luar wilayah dan tidak untuk dijual di Hong Kong. Kami meyakini hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan jersei menjelang Piala Dunia," ujar Penyelidik Senior Biro Investigasi Kekayaan Intelektual Hong Kong, Wayne Chung, dilansir 1News.
2. Penyitaan ratusan ribu jersei dengan tingkat kemiripan tinggi

Secara keseluruhan, petugas mengamankan sekitar 230 ribu unit barang bukti ilegal dari jaringan ini. Sekitar 30 ribu potong di antaranya adalah jersei tiruan dari berbagai tim nasional.
Sebagian besar pakaian olahraga imitasi itu dibuat menyerupai versi pemain (player edition). Sindikat pemalsu meniru detail fisik pakaian olahraga berlisensi resmi, termasuk tekstur kain dan pola tiga dimensi.
"Jersei tiruan yang disita dalam operasi ini memiliki tingkat kemiripan yang sangat tinggi dengan aslinya. Secara umum, pelanggan akan kesulitan untuk membedakan kaus palsu tersebut dengan yang resmi," kata Wayne Chung, dilansir RTHK.
3. Pengemasan meyakinkan untuk menargetkan pasar Amerika Utara

Demi meyakinkan calon pembeli, pelaku mengemas produk agar menyerupai standar pabrik resmi. Mereka melampirkan label merek palsu dan membungkus setiap produk secara rapi dan terpisah.
Sindikat ini juga menempelkan lapisan stiker pelindung transparan pada bagian logo jersei. Modus ini sengaja dilakukan untuk mencegah goresan selama proses pengiriman sekaligus menyamai standar kemasan produk asli.
Otoritas setempat menyatakan sebagian besar komoditas ilegal ini akan dikirim ke Amerika Utara. Wilayah ini menjadi target utama karena Amerika Serikat berstatus sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2026.
"Sekitar 80 persen dari jersei palsu tersebut ditujukan ke wilayah Benua Amerika," ujar Wayne Chung.

















