Jakarta, IDN Times - Pemerintah Spanyol, pada Sabtu (1/8/2026), mengatakan bahwa jumlah korban tewas yang berenang dari Maroko menuju kota Ceuta telah bertambah menjadi 67 orang. Sebagian meninggal akibat tenggelam, sementara lainnya tewas akibat terhimpit saat berusaha memanjat pemecah ombak yang menopang pagar perbatasan.
Pejabat mengatakan sekitar 60 ribu migran telah menerobos masuk ke wilayah Spanyol di Afrika Utara tersebut sejak Kamis (30/7/2026). Namun, sebagian besar dari mereka dilaporkan telah dipulangkan ke Maroko.
"Hampir semua orang yang memasuki Ceuta kini telah kembali ke Maroko," tulis Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, di media sosial X pada Jumat (31/7/2026) malam.
Sementara itu, seorang pejabat Maroko yang mengetahui operasi tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang dipulangkan oleh Spanyol akan langsung diangkut ke kampung halaman mereka menggunakan bus atau melalui stasiun kereta api di Tangier.
