Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jurnalis Al-Najjar Gugur dalam Serangan Israel di Gaza, Total 8 Tewas
Serangan udara Israel di Jalur Gaza saat perang berlangsung. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Serangan Israel di Gaza pada 30 September 2026 menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina dan melukai lebih dari 15 orang, di tengah pelanggaran gencatan senjata.
  • Jurnalis dan imam Muhammad Abdel Aziz al-Najjar tewas akibat serangan drone di Al-Mawasi; kantor media Gaza mencatat 263 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh sejak perang dimulai.
  • Serangan udara, drone, dan artileri juga menghantam Kota Gaza, Deir al-Balah, serta Khan Younis; sejak Oktober 2023, 74.032 warga Palestina dilaporkan tewas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pejabat rumah sakit setempat mengonfirmasi bahwa rentetan serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina dan melukai lebih dari 15 orang lainnya pada Rabu (30/9/2026) waktu setempat. Serangan mematikan tersebut terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata di wilayah kantong tersebut.

Salah satu korban meninggal dunia adalah jurnalis Palestina bernama Muhammad Abdel Aziz al-Najjar yang tewas akibat serangan pesawat nirawak atau drone Israel di Al-Mawasi, sebelah utara Khan Younis. Insiden yang menyasar perkumpulan warga sipil di dekat Masjid Al-Awqaf tersebut turut menimbulkan korban jiwa lain serta sejumlah korban luka yang kini dirawat di Kompleks Medis Nasser.

1. Profil jurnalis al-Najjar dan gugurnya sang saudara

ilustrasi jurnalis (unsplash.com/Jorge Fernández Salas)

Muhammad Abdel Aziz al-Najjar bekerja sebagai penyiar untuk Radio Al-Qur'an dan mengabdi sebagai imam di Masjid Ibad al-Rahman. Dia terus menjalankan tugas jurnalistiknya di tengah situasi pengungsian setelah terusir dari Khuza'a, wilayah timur Khan Younis. Kematian Al-Najjar menyusul kepergian saudaranya, Muhannad, yang telah gugur lebih awal dalam agresi genosida yang tengah berlangsung.

Sebagaimana dilansir TRT World, Kompleks Medis Nasser telah mengonfirmasi kematian Al-Najjar dan menyatakan para korban luka lain masih menjalani perawatan medis. Peristiwa tragis di dekat Masjid Al-Awqaf tersebut menambah panjang daftar pekerja media yang menjadi korban jiwa di Gaza.

2. Kantor media Gaza desak keadilan di mahkamah internasional

ilustrasi kamera (unsplash.com/D Yang)

Kantor media pemerintah di Gaza menyatakan gugurnya Al-Najjar membuat jumlah jurnalis dan pekerja media yang tewas sejak awal perang melonjak menjadi 263 orang. Menanggapi insiden tersebut, kantor media Gaza secara resmi "mengutuk keras penargetan, pembunuhan, dan pembunuhan berencana yang sistematis oleh pendudukan Israel terhadap jurnalis Palestina".

Dilansir Anadolu Agency, kantor media tersebut menyerukan Federasi Jurnalis, Federasi Jurnalis Arab, dan organisasi pers global untuk mengecam kejahatan terhadap pekerja media di wilayah itu. Mereka juga mendesak komunitas internasional untuk membawa kasus kejahatan tersebut ke pengadilan internasional serta menyeret para pelaku ke meja hijau.

3. Sejumlah wilayah Gaza dihantam serangan udara dan artileri

Warga Gaza berjalan di antara reruntuhan bangunan hancur. (Novghorod, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Di Kota Gaza, serangan udara Israel menyasar sebuah kendaraan di lingkungan Tal al-Hawa hingga menewaskan lima warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya menurut sumber medis Kompleks Medis Al-Shifa. Serangan udara terpisah di sebuah unit apartemen hunian dekat Rumah Sakit Al-Shifa juga merenggut nyawa seorang perempuan Palestina.

Rentetan serangan drone dan tembakan tentara Israel di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan turut melukai enam warga lainnya pada hari yang sama. Satu serangan drone ke tenda pengungsi dekat Aula Dream Palace di barat Khan Younis melukai empat orang, termasuk dua anak, sementara tembakan pasukan Israel di Abu al-Ajeen, tenggara Deir al-Balah, melukai dua warga secara kritis di saat tembakan tank menggempur selatan Khan Younis.

4. Kerugian dan korban akibat pelanggaran gencatan senjata

potret anak-anak Gaza di tengah reruntuhan bangunan hancur (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Rentetan agresi bersenjata oleh militer Israel terus berlangsung meskipun kesepakatan gencatan senjata di Gaza telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Berbagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober 2025 tersebut telah menewaskan 1.431 warga Palestina, melukai 5.026 orang, dan 834 jenazah berhasil dievakuasi.

Secara keseluruhan sejak Oktober 2023, kampanye militer Israel telah menewaskan 74.032 warga Palestina dan melukai 175.142 orang. Agresi berkepanjangan tersebut juga telah menghancurkan sekitar 90 persen fasilitas serta infrastruktur sipil di seluruh Jalur Gaza.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article