Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kala Salam Beragam Agama Indonesia Disambut Tepuk Tangan di UNGA81
Menlu Sugiono saat memberikan national statement di General Debate UNGA81, di New York, Amerika Serikat. (Tangkapan layar UNTV)
  • Sugiono menyampaikan pernyataan nasional di Debat Umum UNGA ke-81 mewakili Presiden Prabowo Subianto.

  • Salam dari beragam agama ala Indonesia disambut tepuk tangan meriah oleh peserta debat umum.

  • Pidatonya membahas ketahanan nasional, pengelolaan keberagaman, persatuan, multilateralisme, dan kampanye keanggotaan Dewan Keamanan PBB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?
Vote Now
26/9/2026

Sugiono memberikan pernyataan nasional di Debat Umum UNGA ke-81 pada pukul 17.35 waktu New York.

27/9/2026

Pernyataan Sugiono berlangsung pada pukul 04.35 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?
Vote Now
  • What?
    Sugiono memberikan pernyataan nasional dalam Debat Umum UNGA ke-81 dan menyampaikan salam beragam agama ala Indonesia.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
  • When?
    Sabtu, 26 September 2026 pukul 17.35 waktu New York, atau Minggu, 27 September 2026 pukul 04.35 WIB.
  • Why?
    Untuk menyampaikan pandangan mengenai ketahanan nasional, multilateralisme, ajakan perdamaian, serta kampanye RI untuk keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029/2030.
  • How?
    Sugiono membuka pidatonya dengan salam Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan salam kebudayaan Nusantara yang disambut tepuk tangan meriah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?
Vote Now

Sugiono berbicara di pertemuan PBB di New York. Ia mewakili Presiden Prabowo Subianto. Sugiono mengucapkan salam dari banyak agama di Indonesia. Orang-orang di ruangan bertepuk tangan. Ia juga bercerita tentang menjaga negara, hidup rukun, menghormati perbedaan, dan membuat Indonesia tetap bersatu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?
Vote Now

Penyampaian salam dari beragam agama menunjukkan cara Indonesia membawa keberagaman masyarakatnya ke forum internasional. Dalam pidatonya, Sugiono juga menempatkan dialog, partisipasi demokratis, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, sehingga keberagaman dipandang sebagai kekuatan yang perlu dikelola dan dihormati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono memberikan pernyataan nasional (national statement) di Debat Umum UNGA ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Ia mendapat kesempatan memberikan pernyataan pada Sabtu (26/9/2026) pukul 17.35 waktu New York, atau Minggu (27/9/2026) pukul 04.35 WIB.

Dalam pernyataannya, Sugiono menyampaikan mengenai ketahanan nasional, multilateralisme, ajakan perdamaian, hingga kampanye RI untuk keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029/2030.

Seperti biasa, dalam sambutannya Sugiono, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto, memberikan salam beragam agama ala Indonesia. Namun, salam itu disambut hangat oleh peserta debat umum yang hadir di ruang sidang itu.

“Assalamualaikum warahmahtullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai beserta kita selalu,” kata Sugiono membuka pidatonya dan disambut tepuk tangan meriah.

Rangkaian salam yang disampaikan Sugiono mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Salam tersebut mencakup sapaan yang digunakan dalam tradisi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta salam kebudayaan Nusantara.

Setelah menyampaikan salam tersebut, Sugiono kemudian mengawali pidatonya dengan menghubungkan sejarah Indonesia dan PBB yang sama-sama lahir setelah Perang Dunia II.

Dalam pidatonya, Sugiono mengatakan Indonesia telah memahami pentingnya ketahanan nasional selama puluhan tahun. Salah satu unsur penting dalam ketahanan tersebut adalah kemampuan mengelola perbedaan dan mempertahankan persatuan.

Sebagai negara dengan lebih dari 280 juta penduduk, Indonesia, menurut Sugiono, telah belajar bahwa keberagaman bukan sesuatu yang harus dihilangkan. “Keberagaman bukan sesuatu yang harus diatasi. Keberagaman adalah sesuatu yang harus dikelola, dihormati, dan diubah menjadi kekuatan,” katanya.

Dia menyebut partisipasi demokratis, dialog, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan Indonesia. “Dari Aceh hingga Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu rakyat. Indonesia adalah satu bangsa,” ujar Sugiono.

Yuk, pilih pendapatmu

Bagaimana makna salam beragam agama ala Indonesia?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article