ilustrasi beberapa bendera negara di dunia (pexels.com/Paresh Patil)
Presiden AS Donald Trump menyebut harga bensin akan turun setelah konflik berakhir, meski tak merinci langkah pembukaan kembali selat. Ia justru meminta sekutu yang ragu untuk mengambil tindakan sendiri dan menilai konflik tersebut sepadan dengan risikonya.
Ia juga menyatakan bahwa AS mampu membuka jalur tersebut dengan relatif mudah meski membutuhkan tambahan waktu. Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai operasi militer bukan pilihan realistis dan menekankan pendekatan diplomatik sebagai jalan keluar.
Macron diketahui bekerja sama dengan negara-negara Eropa dan pihak lain untuk membentuk koalisi demi menjamin kebebasan pelayaran setelah konflik usai. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan dorongan internasional agar jalur tersebut kembali dibuka.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyampaikan perlunya langkah bersama untuk menekan Iran membuka kembali selat tersebut. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan virtual yang diikuti lebih dari 40 negara, sekaligus menegaskan penolakan Inggris terhadap pungutan jutaan dolar bagi kapal yang melintas.
Para pemimpin dunia diperkirakan akan bertemu untuk membahas pembersihan ranjau laut dan evakuasi kapal yang masih tertahan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mempertimbangkan pembentukan koridor pelayaran kemanusiaan guna menjaga distribusi pupuk dan mencegah krisis pangan global.
Dalam artikel di jurnal AS Foreign Affairs, eks Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Teheran perlu mempertimbangkan kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri konflik. Ia menyebut Iran dapat mengumumkan kemenangan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz dengan imbalan pelonggaran sanksi melalui pembatasan program nuklirnya.