Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kematian El Mencho Bikin Panas Meksiko, AS Ancam Kartel Narkoba
potret Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt (commons.wikimedia.org/BruceSchaff)
  • Kematian El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco New Generation, memicu gelombang kekerasan di sekitar 20 negara bagian Meksiko dan membuat situasi keamanan semakin tidak stabil.
  • Gedung Putih menegaskan operasi yang menewaskan El Mencho dilakukan otoritas Meksiko dengan dukungan intelijen Amerika Serikat serta memperingatkan kartel agar tidak menyakiti warga AS.
  • Pemerintah AS dan Meksiko terus berkoordinasi menghadapi kerusuhan, sementara ratusan turis Amerika terdampak dan beberapa wilayah Meksiko masih memberlakukan pembatasan aktivitas publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gedung Putih memperingatkan kartel narkoba Meksiko agar tidak menyakiti warga negara Amerika Serikat di tengah gelombang kekerasan yang meluas setelah kematian pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.

Peringatan itu disampaikan saat situasi keamanan di sejumlah wilayah Meksiko masih bergejolak. Kekerasan pecah di sekitar 20 negara bagian setelah operasi yang menewaskan El Mencho pada akhir pekan lalu di Tapalpa, Jalisco.

"Kartel narkoba Meksiko tahu untuk tidak menyentuh satu pun warga Amerika atau akan menghadapi konsekuensi berat di bawah presiden ini. Dan mereka sudah merasakannya," kata Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dilansir dari Anadolu, Rabu (25/2/2026).

1. AS klaim ikut andil dalam operasi

Puing-puing mobil dari ketegangan konflik kartel bersenjata El Mencho di Meksiko (AFP / Ulises Ruiz)

Gedung Putih mengonfirmasi, operasi yang menewaskan El Mencho dilakukan oleh otoritas Meksiko dengan dukungan intelijen Amerika Serikat.

"Operasi ini, yang berhasil dilakukan oleh otoritas Meksiko, tentu saja didukung oleh Amerika Serikat, dan tidak akan terjadi tanpa kepemimpinan Presiden (Donald) Trump," ujar Leavitt.

Pemerintah Meksiko melaporkan empat anggota kartel tewas dalam operasi tersebut, termasuk Oseguera. Sementara, tiga orang mengalami luka-luka dan dua lainnya ditangkap. Intelijen AS disebut memberikan dukungan dalam pelaksanaan operasi itu.

Pemerintahan Trump telah menetapkan kartel Meksiko sebagai organisasi teroris asing pada Februari 2025. Leavitt mengatakan AS telah mengambil langkah-langkah mematikan terhadap tersangka pengedar narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik.

2. Koordinasi AS dengan Meksiko

Halaman depan sebuah surat kabar lokal di Meksiko menampilkan berita tentang kematian Nemesio Oseguera, alias "El Mencho," gembong narkoba paling dicari di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, di Mexico City pada 23 Februari 2026. (AFP/Yuri Cortez)

Di tengah meningkatnya ketegangan, Leavitt menyatakan Washington belum menerima laporan adanya warga AS yang menjadi korban. Meski begitu, AS terus mendorong pemerintah Meksiko untuk meningkatkan upaya penanganan peredaran narkoba.

"Saat ini, kami tidak mengetahui adanya laporan warga Amerika yang terluka, diculik, atau terbunuh. Kami berkoordinasi, bekerja sama, serta mendorong, pemerintah Meksiko untuk berbuat lebih banyak demi mengakhiri wabah obat-obatan mematikan yang masuk melalui perbatasan selatan Amerika Serikat," katanya.

Departemen Luar Negeri AS juga membuka saluran telepon 24 jam untuk membantu warga yang terdampak kerusuhan. Ratusan turis AS dilaporkan sempat terdampar di kota-kota barat seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta.

3. Kekerasan meluas di Meksiko

Operasi penangkapan bos kartel narkoba jaringan Jalias, Nemesio Oseguera alias El Mencho, oleh aparat keamanan Meksiko (AFP / Ulises Ruiz)

Setelah kematian El Mencho, anggota kartel dilaporkan mendirikan sekitar 250 blokade di jalan raya federal dan membakar kendaraan, yang disebut sebagai strategi narcobloques. Serangan juga menyasar pom bensin, toko, dan bank. Otoritas Meksiko melaporkan 25 anggota Garda Nasional tewas, bersama sedikitnya 30 anggota CJNG yang diduga terlibat dalam kerusuhan.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan sebagian besar blokade telah dibersihkan oleh aparat. Namun, sejumlah negara bagian membatalkan kegiatan sekolah pada Senin (23/2/2026) akibat situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sebelumnya, Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Oseguera. Kematian tokoh kartel tersebut kini memicu ketegangan baru dalam hubungan keamanan lintas batas dan mempertegas sikap keras Washington terhadap kelompok kriminal Meksiko.

Editorial Team