Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meksiko Memanas Usai Kematian El Mencho, Kemlu: Kondisi 481 WNI Aman

Meksiko Memanas Usai Kematian El Mencho, Kemlu: Kondisi 481 WNI Aman
Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Henny Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Kematian gembong narkoba El Mencho memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah Meksiko, terutama di Jalisco, hingga menewaskan puluhan orang dan merusak fasilitas publik.
  • Pemerintah Meksiko mengerahkan sekitar 9.500 personel militer untuk menstabilkan situasi, sementara Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan fokus pemerintah pada keamanan nasional.
  • Kemlu RI memastikan 481 WNI di Meksiko dalam kondisi aman, dengan KBRI terus memantau situasi dan menyiapkan rencana kontijensi jika keadaan memburuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Gelombang kekerasan melanda sejumlah wilayah di Meksiko setelah kematian gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Situasi keamanan yang memburuk mendorong pemerintah Meksiko mengerahkan ribuan tentara tambahan untuk meredam kerusuhan.

Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Meksiko dalam kondisi aman. Pemerintah melalui KBRI Meksiko terus memantau situasi, khususnya di Negara Bagian Jalisco yang menjadi pusat peristiwa.

Pelaksana tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Henny Hamidah, mengatakan, para WNI telah diminta membatasi aktivitas di luar rumah demi keselamatan.

“Hingga saat ini seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Meksiko, terutama di Negara Bagian Jalisco dalam keadaan baik dan seluruhnya sedang membatasi kegiatan di luar rumah,” ujar Henny dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

1. KBRI siapkan rencana kontijensi

Operasi penangkapan bos kartel narkoba jaringan Jalias, Nemesio Oseguera alias El Mencho, oleh aparat keamanan Meksiko (AFP / Guillermo Arias)
Operasi penangkapan bos kartel narkoba jaringan Jalias, Nemesio Oseguera alias El Mencho, oleh aparat keamanan Meksiko (AFP / Guillermo Arias)

Kemlu mencatat, jumlah WNI yang terdaftar di KBRI Meksiko sebanyak 481 orang. Dari jumlah tersebut, 45 orang berada di wilayah Jalisco.

Henny menjelaskan, perwakilan RI telah menyiapkan langkah antisipatif jika situasi memburuk.

“KBRI telah memiliki rencana kontijensi yang sewaktu-waktu dapat diimplementasikan apabila dipandang diperlukan,” kata dia.

Berdasarkan pemantauan, kata dia, kondisi keamanan mulai menunjukkan perbaikan.

Untuk memastikan keamanan, KBRI Meksiko bersama Konsul Kehormatan RI terus menjalin komunikasi aktif.

“KBRI Meksiko dan Konsul Kehormatan RI terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan para WNI untuk memantau kondisi mereka,” ujar Henny.

2. Kronologi kematian El Mencho

Halaman depan sebuah surat kabar lokal di Meksiko menampilkan berita tentang kematian Nemesio Oseguera, alias "El Mencho," gembong narkoba paling dicari di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, di Mexico City pada 23 Februari 2026.
Halaman depan sebuah surat kabar lokal di Meksiko menampilkan berita tentang kematian Nemesio Oseguera, alias "El Mencho," gembong narkoba paling dicari di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, di Mexico City pada 23 Februari 2026. (AFP/Yuri Cortez)

Kerusuhan dipicu oleh kematian El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), yang sebelumnya ditangkap dalam operasi militer di negara bagian Jalisco. Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, mengatakan, El Mencho ditangkap setelah aparat melacak pasangan yang hendak ditemuinya.

Operasi tersebut berujung baku tembak antara pengawal El Mencho dan pasukan komando militer. Dia mengalami luka serius dan meninggal dunia saat dibawa dari Kota Tapalpa menuju Mexico City.

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut sedikitnya enam pengawal El Mencho tewas dalam operasi tersebut, sementara tiga anggota militer mengalami luka-luka. Setelah kabar kematiannya menyebar, anggota kartel melancarkan serangan di berbagai kota, memblokade jalan, membakar kendaraan, dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Sedikitnya 20 negara bagian dilaporkan terdampak kerusuhan. Menteri keamanan menyebut seorang penjaga penjara, seorang anggota kantor kejaksaan negara bagian, dan 30 anggota organisasi kriminal tewas dalam kekerasan pascakematian El Mencho. Setidaknya 25 anggota Garda Nasional Meksiko juga dilaporkan tewas di Jalisco.

3. Pemerintah Meksiko kerahkan ribuan tentara

Operasi penangkapan bos kartel narkoba jaringan Jalias, Nemesio Oseguera alias El Mencho, oleh aparat keamanan Meksiko (AFP / Ulises Ruiz)
Operasi penangkapan bos kartel narkoba jaringan Jalias, Nemesio Oseguera alias El Mencho, oleh aparat keamanan Meksiko (AFP / Ulises Ruiz)

Pemerintah Meksiko merespons situasi tersebut dengan pengerahan besar-besaran aparat keamanan. Menteri Pertahanan, Ricardo Trevilla, menyatakan 2.500 tentara tambahan dikirim ke wilayah barat Meksiko pada Senin (23/2/2026). Secara keseluruhan, sekitar 9.500 personel telah dikerahkan sejak Minggu.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memuji operasi militer yang berujung pada kematian El Mencho dan menegaskan prioritas pemerintahannya adalah menjamin keamanan nasional.

“Ada ketenangan, ada pemerintahan, ada angkatan bersenjata, dan ada banyak koordinasi,” kata Sheinbaum.

Meski blokade jalan disebut telah dibersihkan pada Senin pagi, puluhan bank dan usaha lokal dilaporkan mengalami kerusakan akibat pembakaran. Sejumlah video yang beredar menunjukkan situasi mencekam di beberapa kota, termasuk Puerto Vallarta dan wilayah sekitar Guadalajara.

Di tengah situasi tersebut, otoritas setempat sempat meminta warga untuk tetap berada di rumah. Hingga kini, otoritas keamanan Meksiko masih terus melakukan pengamanan untuk mencegah eskalasi lanjutan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui KBRI Meksiko memastikan pemantauan terus dilakukan guna menjamin keselamatan WNI yang berada di negara tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More