Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kereta Api Anjlok di Pakistan, 4 Orang Tewas dan Belasan Terluka

3 min read
Kereta Api Anjlok di Pakistan, 4 Orang Tewas dan Belasan Terluka
Ilustrasi garis polisi di rel kereta (magnific.com/standret)
  • Kereta Rehman Baba Express anjlok di Punjab selatan, Pakistan, Selasa (13/10/2026), menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 17 penumpang.
  • Tim penyelamat mengerahkan 11 ambulans dan 30 petugas untuk mengevakuasi korban dari gerbong terguling dekat Multan; korban luka dirawat di Rumah Sakit Nishtar.
  • Kementerian Perkeretaapian menyelidiki dugaan kerusakan teknis dan kelalaian prosedur, sementara kereta pengganti serta bus disiapkan bagi lebih dari 500 penumpang terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah kereta penumpang anjlok di wilayah Punjab selatan, Pakistan, pada Selasa (13/10/2026). Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah pusat di Islamabad segera turun tangan dengan mengoordinasikan penanganan darurat di lokasi kejadian. Upaya pertolongan terus dilakukan secara terpadu guna memastikan seluruh korban segera mendapatkan bantuan medis.

  1. 1. Proses evakuasi korban kecelakaan kereta

    Tim penyelamat langsung menuju ke lokasi setelah menerima laporan darurat pada pukul 05.21 waktu setempat. Sebanyak 11 unit ambulans dan 30 petugas dikerahkan ke area persawahan dekat Kota Multan. Petugas di lapangan memotong kerangka gerbong yang rusak parah untuk menyelamatkan penumpang yang masih terperangkap di dalamnya.

    Para korban yang selamat dan mengalami luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nishtar di Multan untuk mendapatkan pengobatan intensif. Pihak rumah sakit juga telah menyiagakan petugas medis di ruang gawat darurat guna menangani para pasien yang terus berdatangan.

    "Sebanyak empat orang dipastikan meninggal dunia dan sedikitnya 17 orang lainnya mengalami luka-luka, sementara penyebab kejadian ini masih diselidiki," kata Juru Bicara Dinas Layanan Darurat Punjab, Farooq Ahmed, dilansir The Star.

  2. 2. Kesaksian masinis saat rangkaian kereta tergelincir

    Kereta Rehman Baba Express dengan rute tujuan Peshawar awalnya melaju secara normal dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam. Sebelum kecelakaan terjadi, seluruh rambu sinyal di sekitar Stasiun Sher Shah menyala hijau yang menandakan lintasan rel aman untuk dilalui.

    Namun, masinis mendadak merasakan getaran hebat saat rangkaian kereta melintasi area stasiun. Masinis segera menarik tuas rem darurat untuk menghentikan laju kereta. Meskipun lokomotif utama tetap bertahan di atas rel, belasan gerbong penumpang di belakangnya terlepas dan terguling di lereng tanah, sehingga para penumpang kesulitan keluar secara mandiri.

    "Ketika saya keluar dari lokomotif dan melihat ke belakang, gerbong penumpang sudah terlempar dari rel dan terguling di tanah. Keadaannya sangat mengerikan," kata masinis kereta, Rizwan Abbas.

  3. 3. Penyelidikan penyebab kecelakaan oleh pemerintah

    Kementerian Perkeretaapian Pakistan telah mengerahkan tim pemeriksa ke lokasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan, terutama terkait dugaan kerusakan teknis pada salah satu gerbong. Pihak kementerian memastikan akan mengambil langkah hukum yang tegas apabila ditemukan kelalaian prosedur, sekaligus menjamin pencairan santunan asuransi bagi seluruh korban.

    Untuk memulihkan perjalanan penumpang yang terdampak penghentian jalur rel, pihak operator telah memberangkatkan satu rangkaian kereta pengganti dari Stasiun Sher Shah guna mengangkut lebih dari 500 penumpang ke Peshawar. Pemerintah daerah Multan juga menyediakan bus bantuan serta mengoperasikan posko informasi selama 24 jam penuh untuk melayani masyarakat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More