Jakarta, IDN Times – Arab Saudi mengecam langkah Irak yang menyerahkan koordinat geografis baru ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mengatur batas laut dengan Kuwait. Riyadh menilai proposal itu telah memasuki wilayah Kuwait serta mencakup area terendam di Zona Netral Saudi-Kuwait yang selama ini dikelola bersama untuk hak atas sumber daya alam berdasarkan perjanjian bilateral yang masih berlaku.
Sepanjang Januari hingga Februari, Irak mengirim daftar koordinat beserta peta resmi ke PBB. Dokumen tersebut memasukkan sebagian perairan Khor Abdullah serta dua shoal, yakni Fasht al-Qaid dan Fasht al-Aij, yang oleh Kuwait ditegaskan sebagai bagian dari wilayah maritim dan elevasi maritim tetap miliknya serta tak pernah disengketakan.
“Kerajaan secara tegas menolak segala klaim yang menyiratkan adanya hak bagi pihak mana pun di wilayah terendam di luar batas yang telah disepakati antara Arab Saudi dan Kuwait,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di X pada Senin (23/2/2026), dikutip dari Arab News.
