Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kolombia-Ekuador Mau Amankan Perbatasan, Solusi Perang Dagang?
Kendaraan Militer Ekuador. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Kolombia dan Ekuador sepakat memperkuat keamanan perbatasan untuk melawan penyelundupan narkoba, migran ilegal, serta menyelesaikan ketegangan akibat perang dagang yang memanas.
  • Pertemuan Petro dan Noboa di Lima menghasilkan rencana peninjauan tarif serta mediasi Comunidad Andina guna menurunkan eskalasi perang dagang kedua negara.
  • Ekuador memberlakukan jam malam di beberapa wilayah dan menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat untuk menekan kriminalitas serta memperkuat upaya pemberantasan penyelundupan narkoba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kolombia dan Ekuador setuju meningkatkan keamanan di perbatasan untuk melawan penyelundupan narkoba dan organisasi kriminal. Keduanya juga setuju untuk menyelesaikan perseteruan imbas perang dagang. 

“Delegasi Kolombia dan Ekuador menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan keamanan dalam melawan penyelundupan narkoba, pertambangan ilegal, penyelundupan migran, dan lainnya,” tutur Sekretaris Jenderal Comunidad Andina, Gonzalo Gutierrez, dikutip dari EFE, Jumat (27/3/2026).

Hubungan kedua negara semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir menyusul penemuan bom di Kolombia. Presiden Kolombia, Gustavo Petro menyebut bom tersebut berasal dari Ekuador. 

1. Petro mengadakan pertemuan dengan Noboa di Lima

Persetujuan ini setelah Petro bertemu dengan Presiden Ekuador, Daniel Noboa untuk pertama kalinya di Lima, Peru. Nantinya, akan diadakan ulasan kembali mengenai kebijakan tarif dari kedua negara dan mekanisme sementara untuk menurunkan perang dagang. 

Dilansir Colombia One, mediasi dari Comunidad Andina sebagai ruang netral untuk menyelesaikan ketegangan. Kedua negara juga dapat menunjukkan posisinya dan mengeksplorasi kesepahaman sebagai jalan ke arah persetujuan. 

Pada Maret, relasi dagang kedua negara semakin tegang usai Ekuador menaikkan 50 persen tarif bea masuk. Sebagai balasan, Kolombia juga menaikkan tarif bea masuk barang impor asal Ekuador. 

2. Ekuador berlakukan jam malam di sejumlah wilayah

Sepekan terakhir, Ekuador sudah memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah, termasuk di kota terbesar Guayaquil. Langkah ini untuk menekan kriminalitas dan kekerasan imbas aktivitas penyelundupan narkoba. 

“Setelah diadakan aturan jam malam secara menyeluruh, kasus kriminalitas menurun. Kami memastikan bahwa polisi akan menginvestigasi kasus kriminalitas pada saat yang tepat,” tutur Kepala Operasi Polisi Ekuador, Kolonel Edison Palacios. 

3. Ekuador kerja sama dengan AS lawan penyelundupan narkoba

Pada saat yang sama, Wakil Shield of the Americas, Kristi Noem sudah mengadakan kunjungan ke Ekuador. Ia menyatakan apresiasi kepada Prsiden Noboa untuk berkomitmen pada keamanan dan kesejahteraan rakyat Ekuador. . 

“Sekarang kami akan membangun dan melindungi kami dari bahaya migrasi massal dan pembukaan perbatasan untuk kartel narkoba dan organisasi teroris narkoba,” ungkap Noem. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team