Kolombia Sebut Temukan Bom dari Ekuador di Perbatasan

- Presiden Kolombia Gustavo Petro umumkan investigasi dan protes diplomatik atas temuan bom yang diduga berasal dari militer Ekuador di wilayah perbatasan.
- Presiden Ekuador Daniel Noboa membantah tuduhan operasi militer di Kolombia dan bentuk komisi binasional untuk menyelidiki asal bom di area pertanian koka.
- Pemerintah Brasil tawarkan diri sebagai mediator guna meredam ketegangan Kolombia-Ekuador serta dorong dialog damai demi stabilitas kawasan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro mengumumkan investigasi terkait temuan bom di perbatasan Ekuador. Ia mengatakan akan melayangkan protes diplomatik karena menduga bom yang belum meledak itu berasal dari Ekuador.
“Ini sudah dikonfirmasi bahwa bom di teritori Kolombia berasal dari militer Ekuador. Investigasi masih dilanjutkan dan akan ada protes diplomatik atas temuan bom ini,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Rabu (18/3/2026).
Beberapa bulan terakhir, Kolombia dan Ekuador terlibat ketegangan terkait masalah pengamanan di perbatasan. Alhasil, Ekuador menetapkan tarif 50 persen kepada barang impor asal Kolombia mulai 1 Maret 2026
1. Kolombia pastikan 14 orang tewas bukan akibat operasi Ekuador

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez Suarez mengonfirmasi bahwa kematian 14 orang imbas ledakan pada Januari bukan akibat operasi Ekuador. Namun, mayat tersebut ditemukan di sebuah laboratorium pembuatan kokain di Departemen Narino.
Dilansir EFE, Sanchez Suarez mengungkapkan bahwa belasan korban tersebut terbakar hingga tewas. Selain itu, tidak ditemukan dalam pecahan dari alat peledak atau bom di lokasi kejadian.
Sementara itu, Presiden Kolombia, Gustavo Petro mengatakan, aparat keamanan menemukan 27 mayat di Narino. Ia menjelaskan bahwa setelah bom tersebut dijinakkan, aparat setempat menemukan puluhan mayat sekitar 200 meter dari lokasi penemuan bom.
2. Noboa bantah mengadakan operasi militer di Kolombia

Pada saat yang sama, Presiden Ekuador, Daniel Noboa membantah melakukan operasi militer di Kolombia. Ia memastikan bahwa seluruh operasi militer dilakukan di dalam teritori Ekuador.
“Informasi tersebut salah dan Ekuador hanya beraksi di dalam teritori negaranya, bukan di negara Anda. Serangan ini untuk meringkus kelompok teroris narkoba yang didominasi warga Kolombia,” ungkapnya, dilansir Mercopress.
Ekuador juga sudah mengumumkan pendirian komisi binasional dengan Kolombia. Langkah ini untuk menginvestasi keberadaan bom militer tersebut di ladang pertanian koka dekat perbatasan Ekuador.
3. Brasil tawarkan mediasi untuk redam tensi Kolombia-Ekuador

Kementerian Luar Negeri Brasil mengatakan bersedia untuk memediasi ketegangan antara Kolombia dan Ekuador. Brasilia juga menyesalkan adanya korban tewas di Kolombia yang belum dapat dipastikan penyebabnya.
Dilansir Primicias, Brasil menyatakan siap untuk memfasilitasi dialog dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan di kawasan. Pemerintah Brasil mendorong kedua pihak untuk menahan diri dan mencari jalan damai.

















