Dibantu AS, Ekuador Terjunkan 75 Ribu Pasukan Lawan Geng Kriminal

- Pemerintah Ekuador mengerahkan 75 ribu personel militer dan polisi ke empat provinsi pesisir untuk menekan kekerasan geng kriminal, disertai penerapan jam malam ketat selama dua pekan.
- Presiden Daniel Noboa menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dalam operasi gabungan memburu geng kriminal, termasuk menghancurkan fasilitas latihan kelompok pecahan FARC di wilayah Amazon.
- FBI resmi membuka kantor perwakilan di Quito guna memperkuat investigasi kasus pencucian uang, korupsi, serta penyelundupan narkoba dan senjata di Ekuador.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ekuador, John Reimberg mengumumkan penerjunan sekitar 75 ribu personel militer dan polisi ke empat provinsi paling terdampak kasus kekerasan. Operasi militer ini disebut yang paling kuat dibanding sebelumnya.
“Kami dalam peperangan. Kami menghimbau warga untuk tidak mengambil risiko keluar pada malam hari. Tetap berada di dalam rumah untuk keamanan,” terangnya, dikutip dari CBS News, Selasa (17/3/2026).
Reimberg mengatakan bahwa jam malam akan ditetapkan di empat provinsi pesisir, yakni Guayas, Los Ríos, Santo Domingo de los Tsáchilas dan El Oro. Aturan ini akan berlaku hingga 2 pekan ke depan.
1. Desak seluruh warga untuk tetap berada di rumah

Reimberg mengatakan, aturan jam malam akan berlangsung dari pukul 23.00 hingga 05.00 waktu setempat. Saat pemberlakuan jam malam, hanya personel militer, polisi, dan petugas kesehatan yang diperbolehkan bepergian ke luar rumah.
Dilansir EFE, Mendagri Ekuador itu menyebut, kebijakan ini untuk membuat petugas keamanan dapat menangkap pelaku kriminal dan meringkus aktivitas penyelundupan narkoba. Ia mengaku sudah mendapat dukungan internasional dari operasi ini.
Sementara itu, Komandan Polisi Ekuador, Pablo Davila menyebut bahwa di sepanjang jalan di empat provinsi tersebut akan didirikan titik pengecekan. Warga akan dihukum jika melanggar aturan jam malam tanpa dalam keadaan mendesak, bahkan jurnalis dilarang keluar.
2. Ekuador bekerja sama dengan AS lawan geng kriminal

Sebelumnya, Presiden Ekuador Daniel Noboa sudah mengumumkan operasi gabungan dengan Amerika Serikat (AS) untuk meringkus geng kriminal. Ekuador mengklaim berhasil menghancurkan fasilitas latihan tempur milik pecahan FARC asal Kolombia di Amazon.
Dilansir BBC, Noboa dikenal sebagai salah satu orang terdekat Presiden AS, Donald Trump. Ia juga salah satu pemimpin di Amerika Latin yang hadir dalam KTT Shield of the Americas di Florida yang dipromosikan Trump untuk meringkus organisasi kriminal.
3. FBI resmi buka kantor di Ekuador

Pekan lalu, FBI resmi membuka kantor perwakilan di Ekuador untuk menginvestigasi organisasi kriminal. Intelijen AS itu memiliki misi untuk meringkus kasus pencucian uang, korupsi di kalangan personel kepolisian Ekuador.
Dilansir Le Monde, Kedutaan Besar AS di Quito menyebut, pembukaan kantor FBI ini akan menjadi fase baru perlawanan terhadap aktivitas penyelundupan narkoba di Ekuador. Kehadiran FBI diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas untuk meringkus pelaku penyelundupan narkoba, senjata dan terorisme.

















