Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dibantu AS, Ekuador Terjunkan 75 Ribu Pasukan Lawan Geng Kriminal

Dibantu AS, Ekuador Terjunkan 75 Ribu Pasukan Lawan Geng Kriminal
Tentara Ekuador. (http://www.presidencia.gob.ec/, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah Ekuador mengerahkan 75 ribu personel militer dan polisi ke empat provinsi pesisir untuk menekan kekerasan geng kriminal, disertai penerapan jam malam ketat selama dua pekan.
  • Presiden Daniel Noboa menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dalam operasi gabungan memburu geng kriminal, termasuk menghancurkan fasilitas latihan kelompok pecahan FARC di wilayah Amazon.
  • FBI resmi membuka kantor perwakilan di Quito guna memperkuat investigasi kasus pencucian uang, korupsi, serta penyelundupan narkoba dan senjata di Ekuador.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ekuador, John Reimberg mengumumkan penerjunan sekitar 75 ribu personel militer dan polisi ke empat provinsi paling terdampak kasus kekerasan. Operasi militer ini disebut yang paling kuat dibanding sebelumnya. 

“Kami dalam peperangan. Kami menghimbau warga untuk tidak mengambil risiko keluar pada malam hari. Tetap berada di dalam rumah untuk keamanan,” terangnya, dikutip dari CBS News, Selasa (17/3/2026).

Reimberg mengatakan bahwa jam malam akan ditetapkan di empat provinsi pesisir, yakni Guayas, Los Ríos, Santo Domingo de los Tsáchilas dan El Oro. Aturan ini akan berlaku hingga 2 pekan ke depan. 

1. Desak seluruh warga untuk tetap berada di rumah

Kendaraan Militer Ekuador
Kendaraan Militer Ekuador. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)

Reimberg mengatakan, aturan jam malam akan berlangsung dari pukul 23.00 hingga 05.00 waktu setempat. Saat pemberlakuan jam malam, hanya personel militer, polisi, dan petugas kesehatan yang diperbolehkan bepergian ke luar rumah. 

Dilansir EFE, Mendagri Ekuador itu menyebut, kebijakan ini untuk membuat petugas keamanan dapat menangkap pelaku kriminal dan meringkus aktivitas penyelundupan narkoba. Ia mengaku sudah mendapat dukungan internasional dari operasi ini. 

Sementara itu, Komandan Polisi Ekuador, Pablo Davila menyebut bahwa di sepanjang jalan di empat provinsi tersebut akan didirikan titik pengecekan. Warga akan dihukum jika melanggar aturan jam malam tanpa dalam keadaan mendesak, bahkan jurnalis dilarang keluar.

2. Ekuador bekerja sama dengan AS lawan geng kriminal

Presiden Ekuador, Daniel Noboa.
Presiden Ekuador, Daniel Noboa. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)

Sebelumnya, Presiden Ekuador Daniel Noboa sudah mengumumkan operasi gabungan dengan Amerika Serikat (AS) untuk meringkus geng kriminal. Ekuador mengklaim berhasil menghancurkan fasilitas latihan tempur milik pecahan FARC asal Kolombia di Amazon. 

Dilansir BBC, Noboa dikenal sebagai salah satu orang terdekat Presiden AS, Donald Trump. Ia juga salah satu pemimpin di Amerika Latin yang hadir dalam KTT Shield of the Americas di Florida yang dipromosikan Trump untuk meringkus organisasi kriminal. 

3. FBI resmi buka kantor di Ekuador

ilustrasi bendera Ekuador
ilustrasi bendera Ekuador (pixabay.com/David_Peterson)

Pekan lalu, FBI resmi membuka kantor perwakilan di Ekuador untuk menginvestigasi organisasi kriminal. Intelijen AS itu memiliki misi untuk meringkus kasus pencucian uang, korupsi di kalangan personel kepolisian Ekuador. 

Dilansir Le Monde, Kedutaan Besar AS di Quito menyebut, pembukaan kantor FBI ini akan menjadi fase baru perlawanan terhadap aktivitas penyelundupan narkoba di Ekuador. Kehadiran FBI diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas untuk meringkus pelaku penyelundupan narkoba, senjata dan terorisme. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More