Ekuador dan AS Gelar Operasi Militer Lawan FARC di Amazon

- Ekuador dan AS meluncurkan operasi militer gabungan pertama untuk menghancurkan kamp latihan Comandos de la Frontera, kelompok pecahan FARC yang terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Amazon.
- Militer Ekuador berhasil menemukan dan menenggelamkan kapal selam sepanjang 115 kaki di hutan mangrove Cayapas-Mataje yang digunakan jaringan penyelundup narkoba, bersama enam kapal boat dan persenjataan.
- Kolombia dan Ekuador juga menjalankan Operasi Mirror dengan pengerahan lebih dari 20 ribu personel guna memperkuat keamanan perbatasan serta menekan aktivitas ilegal yang memicu kekerasan di kawasan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Ekuador dan Amerika Serikat (AS) mengumumkan operasi gabungan untuk melawan penyelundupan narkoba. Militer kedua negara berhasil mengaku sukses menghancurkan kamp latihan milik pemberontak pecahan FARC, Comandos de la Frontera.
“Serangan ini dilancarkan di Cacales yang menjadi kamp latihan tempur dari komandan dengan nama samaran Mono Tole dan berfungsi untuk melatih sebanyak 50 penyelundup narkoba,” ungkap Kementerian Pertahanan Ekuador, dikutip dari Mercopress, Minggu (8/3/2026).
Operasi ini didorong oleh maraknya kasus kekerasan di Ekuador dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, negara Amerika Selatan menjadi lokasi transit penyelundupan narkoba dari Kolombia dan Peru.
1. AS luncurkan operasi gabungan pertama di Ekuador

Operasi gabungan antara militer Ekuador dan AS ini menjadi yang pertama kali dilakukan. Komando Selatan Militer AS mengatakan, operasi ini penting untuk melawan organisasi teroris narkoba yang memicu kekerasan dan meneror warga di Benua Amerika.
Departemen Perang AS mengatakan bahwa operasi gabungan ini atas permintaan dari Ekuador. Lewat kerja sama ini, militer AS akan membantu meningkatkan serangan dan target untuk menghancurkan jaringan teroris narkoba di Ekuador.
“Operasi ini menunjukkan kekuatan dari aksi koordinasi dan memberikan pesan bahwa teroris narkoba tidak akan menemukan satu pun tempat untuk berlindung di Benua Amerika,” terang Juru Bicara Militer AS, Sean Parnell, dilansir dari EFE.
2. Ekuador tenggelamkan kapal selam milik penyelundup narkoba

Pada Rabu (4/3/2026), Kemhan Ekuador mengumumkan keberhasilan militer dalam menemukan kapal selam narkoba di hutan mangrove Cayapas-Mataje. Kapal selam itu akhirnya ditenggelamkan oleh militer Ekuador.
Dilansir CBS News, kapal selam tersebut diketahui memiliki panjang 115 kaki dan siap digunakan untuk berlayar dalam menyelundupkan narkoba. Militer juga menemukan enam kapal boat, dan sejumlah persenjataan dan perlengkapan logistik.
3. Kolombia dan Ekuador luncurkan Operasi Mirror

Pekan ini, Kolombia dan Ekuador sudah meluncurkan Operasi Mirror untuk melawan penyelundupan narkoba dan aktivitas ilegal lainnya di perbatasan. Bogota akhirnya mengirimkan lebih dari 20 ribu personel militer ke Narino dan Putumayo, dekat perbatasan Ekuador.
Dilansir Colombia One, Presiden Ekuador, Daniel Noboa mengatakan, operasi ini adalah fase baru dari pengamanan. Menurutnya, keamanan bagi warga Ekuador adalah prioritas utama imbas maraknya kasus kekerasan yang didorong aktivitas penyelundupan narkoba.


















