Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) menyatakan bahwa pihaknya akan memperluas wilayah operasional unit anti-pembajakan Cheonghae hingga lebih dekat ke Selat Hormuz. Perluasan tersebut juga akan mencakup pengerahan aset militer tambahan ke kawasan tersebut.
Pada Kamis (5/11/2026), Kementerian mengatakan bahwa pihaknya akan meminta peninjauan kabinet dan persetujuan presiden, sebelum mengajukan usulan tersebut kepada Majelis Nasional. Pihaknya mencatat bahwa usulan tersebut akan menambahkan mandat untuk mendukung upaya pemulihan kebebasan bernavigasi di jalur pelayaran internasional.
Dilaporkan oleh Yonhap, Kementerian juga akan mengerahkan pesawat patroli maritim P-8A dan menambah 75 personel dalam operasi unit tersebut. Saat ini, unit tersebut telah memiliki satu kapal perusak kelas 4.400 ton, satu helikopter operasi maritim, hingga tiga perahu karet kaku, serta sekitar 300 personel militer.