Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel-Ukraina Memanas, Seoul Bakal Tarik Dubes dari Kiev
Bendera Korea Selatan (Korsel) (pexels.com/byunghyun lee)
  • Korea Selatan akan menarik duta besarnya dari Ukraina setelah perselisihan atas pengungkapan pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul.
  • Seoul menilai permintaan maaf Ukraina belum memadai, sementara Kiev membantah adanya kesepakatan kerahasiaan dan menyebut insiden tersebut sebagai kesalahpahaman diplomatik.
  • Ketegangan bertambah setelah klaim pengiriman 176 ribu ton bahan bakar dari Korea Selatan ke Rusia, yang dibantah Seoul sambil memverifikasi fakta dan potensi pelanggaran aturan ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (8/10/2026) mengatakan akan menarik duta besar Seoul untuk Ukraina. Langkah tersebut muncul di tengah perselisihan diplomatik terkait pengungkapan mengenai pemindahan dua tawanan perang (POW) Korea Utara (Korut) ke Seoul.

Dilansir Yonhap, Korsel telah menuntut penjelasan resmi dan permintaan maaf atas pengungkapan informasi sensitif yang dilakukan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Pengungkapan tersebut telah memicu kecaman keras Presiden Korsel, Lee Jae-myung.

Seoul mengatakan bahwa kedua belah pihak memiliki kesepahaman bahwa pemindahan tersebut akan dirahasiakan. Namun, Kiev membantah adanya kesepakatan tersebut. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menyebut insiden pengungkapan tersebut sebagai kesalahpahaman diplomatik.

1. Permintaan maaf Ukraina belum memenuhi harapan Korsel

ilustrasi bendera Korsel (pexels.com/준섭 윤)

Menteri Luar Negeri Korsel, Cho Hyun, mengaku telah menerima permintaan maaf Ukraina yang disampaikan oleh Sybiga. Meski demikian, pesan maaf tersebut dinilai belum memenuhi harapan Seoul. Cho mengatakan pihaknya berniat mengambil langkah-langkah tegas.

Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan akan terus berkonsultasi dengan Ukraina. Pihaknya berharap agar berbagai masalah yang belum terselesaikan antara kedua belah pihak dapat diselesaikan dengan lancar.

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022, Korut telah menjadi sekutu utama Kremlin. Pyongyang mengirimkan pasukan untuk mendukung upaya perang Moskow di Ukraina sebagai imbalan atas keuntungan ekonomi dan teknologi militer, mengutip BBC.

2. Lee banjir kritik dari dalam negeri usai pengungkapan Zelenskyy

Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung. (경기도 뉴스포털, KOGL Type 1, via Wikimedia Commons)

Kritik keras terhadap Lee juga datang dari dalam negeri menyusul pengungkapan pemindahan tentara Korut. Partai oposisi Korsel menuduh Lee berupaya menutupi pemindahan tersebut demi menyenangkan Pyongyang.

Sementara itu, kantor kepresidenan Seoul mengklaim bahwa informasi tersebut dirahasiakan untuk melindungi keluarga para tentara Korut yang akan dipindahkan. Pihaknya menyebut Kiev juga menginginkan kerahasiaan pemindahan tersebut guna menghindari kritik terkait kesempatan untuk menukarkan para tentara Pyongyang dengan tawanan perang Ukraina.

Badan intelijen korsel pada tahun lalu memperkirakan bahwa sekitar 2 ribu tentara Korut tewas dalam perang di Ukraina. Sementara itu, laporan terbaru menyebutkan jumlah korban tewas dan terluka telah mencapai sekitar 6 ribu orang.

3. Klaim pengiriman bahan bakar Korsel-Rusia memperparah ketegangan Seoul-Kiev

ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

Perselisihan diplomatik antara Seoul dan Kiev disusul oleh ketegangan baru terkait klaim bahwa lebih dari 176 ribu ton bahan bakar telah dikirim dari Korsel ke Rusia pada Juli dan Agustus. Hal itu memicu tuduhan bahwa Negeri Ginseng itu membantu Moskow mengatasi kekurangan bahan bakar dan menutupi hilangnya kapasitas produksi akibat serangan Ukraina.

Pada Rabu, kantor kepresidenan Korsel menepis klaim yang disebutnya tidak akurat dan tidak tepat. Pihaknya menegaskan kembali bahwa sikap Seoul terkait sanksi dan pengendalian ekspor terhadap Rusia tetap tidak berubah, dikutip dari The Korea Herald.

Kantor Lee mengatakan sedang memverifikasi fakta seputar pengiriman minyak tersebut. Pihaknya juga akan meninjau apakah terdapat aturan pengendalian ekspor domestik yang dilanggar dari pengiriman tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article