Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Korsel Ultimatum Ukraina soal 2 Tawanan Korea Utara

3 min read
Presiden Korsel Ultimatum Ukraina soal 2 Tawanan Korea Utara
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (commons.wikimedia.org/Republic of Korea)
  • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengancam langkah tambahan jika Ukraina tetap menolak mengakui kesepakatan kerahasiaan pemindahan dua tentara Korea Utara.

  • Seoul menilai pernyataan Ukraina soal kemungkinan bentrokan di Semenanjung Korea sebagai persoalan serius di tengah upaya mengurangi ketegangan.

  • Korea Selatan dan Ukraina masih membahas respons diplomatik, termasuk kemungkinan permintaan maaf, sambil mempertimbangkan bantuan Seoul untuk Kyiv.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa langkah terbaik untuk mengakhiri perselisihan Seoul-Kyiv?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengancam akan mengambil langkah tambahan terhadap Ukraina jika Kyiv tetap menolak mengakui adanya kesepakatan kerahasiaan terkait pemindahan dua tentara Korea Utara yang ditangkap saat bertempur untuk Rusia.

Lee juga mendesak Ukraina memberikan permintaan maaf terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan Seoul telah meminta Kyiv mengakui kesepakatan yang disebut mengatur kerahasiaan pemindahan kedua tentara Korut ke Korea Selatan.

“Jika penolakan untuk mengakui fakta dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terus berlanjut, kami akan mengambil langkah-langkah tambahan,” kata Lee dalam unggahan di X, Jumat (2/10/2026).

Perselisihan antara Seoul dan Kyiv mencuat setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan dalam Sidang Umum PBB bulan lalu bahwa Ukraina telah menyerahkan dua tawanan perang asal Korea Utara kepada Korea Selatan.

  1. 1. Korsel tuding Ukraina langgar kesepakatan

    Potret pakaian dengan motif bendera nasional Korea Selatan.
    Potret detail pakaian dengan motif bendera nasional Korea Selatan. (pexels.com/준섭 윤)

    Seoul menuding Kyiv melanggar kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan pemindahan kedua tentara tersebut. Menurut pihak Korea Selatan, kerahasiaan itu diperlukan untuk melindungi para tentara.

    Namun, pejabat Ukraina menyatakan tidak ada kesepakatan semacam itu. Kedutaan Besar Ukraina di Seoul juga belum memberikan tanggapan segera atas pernyataan Lee terkait ancaman langkah tambahan tersebut.

    Perselisihan diplomatik itu kemudian berkembang menjadi perdebatan terbuka antara kedua negara mengenai keberadaan kesepakatan kerahasiaan dan bagaimana pemindahan dua tentara Korut tersebut seharusnya ditangani.

    Lee dalam pernyataannya juga menyampaikan penyesalan mendalam atas pernyataan Ukraina yang menurutnya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya bentrokan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan.

  2. 2. Lee sebut Ukraina dorong perang di Semenanjung Korea

    Latihan keamanan trilateral AS, Jepang, dan Korea Selatan di perairan internasional di lepas pantai timur Semenanjung Korea pada Jumat (30/9/2022). (twitter.com/jmsdf_pao_eng)
    Latihan keamanan trilateral AS, Jepang, dan Korea Selatan di perairan internasional di lepas pantai timur Semenanjung Korea pada Jumat (30/9/2022). (twitter.com/jmsdf_pao_eng)

    Lee menilai pernyataan Ukraina mengenai kemungkinan bentrokan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan sama dengan mendorong terjadinya perang di Semenanjung Korea. Ia mengatakan Seoul memandang pernyataan tersebut sebagai persoalan serius, terlebih pemerintahannya tengah berupaya mengurangi ketegangan dengan Korea Utara.

    Lee juga mengaitkan persoalan tersebut dengan situasi sensitif yang tengah dihadapi pemerintahannya, termasuk dampak politik dari insiden ranjau darat baru-baru ini di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea.

    Di tengah ketegangan itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan Kyiv berupaya memperbaiki hubungan dengan Seoul. Media Ukraina mengutip Sybiha yang menyebut persoalan tersebut sebagai kesalahpahaman diplomatik.

    “Saya tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah insiden. Katakanlah, ini adalah kesalahpahaman diplomatik,” kata Sybiha dalam sebuah acara, menurut laporan media Ukraina.

  3. 3. Ukraina-Korsel cari jalan keluar dari perselisihan

    Bendera Ukraina sedang berkibar.
    potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)

    Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kedua negara sedang membahas cara Kyiv merespons kekhawatiran Seoul, termasuk kemungkinan permintaan maaf.

    Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dan Sybiha disebut telah melakukan komunikasi langsung. Keduanya membahas tingkat respons yang diharapkan Seoul dan langkah yang dapat diterima Ukraina, dengan mempertimbangkan kondisi Ukraina yang masih berperang.

    Pembahasan tersebut juga diarahkan untuk menghindari situasi yang membuat salah satu pihak kehilangan muka. Hingga kini, kedua negara masih mencari jalan keluar dari perselisihan diplomatik tersebut.

    Cho Han-bum, peneliti senior di Korea Institute for National Unification di Seoul, mengatakan langkah tambahan dari Korea Selatan kemungkinan dapat berkaitan dengan bantuan yang selama ini diberikan kepada Ukraina, termasuk bantuan kemanusiaan, finansial, dan rekonstruksi.

    “Ukraina memiliki lebih banyak hal untuk dipertaruhkan dibandingkan Korea Selatan karena Ukraina menerima dukungan dari Seoul,” kata Cho.

    Korea Selatan telah memberikan bantuan kemanusiaan dan finansial kepada Ukraina sejak invasi Rusia pada 2022. Pada Juli, Seoul juga menjanjikan tambahan bantuan senilai US$100 juta dalam bentuk dukungan nonmiliter di sela-sela KTT NATO.

    “Namun, tidak ada pihak yang diuntungkan dari konfrontasi berkepanjangan,” ujar Cho, seraya mencatat bahwa Korea Selatan juga bergantung pada Ukraina untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas militer Korea Utara.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More