Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Krisis Bahan Bakar, Dua Rumah Sakit di Gaza Hentikan Sebagian Layanan

3 min read
Krisis Bahan Bakar, Dua Rumah Sakit di Gaza Hentikan Sebagian Layanan
ilustrasi layanan kesehatan di rumah sakit (unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography)
  • Rumah Sakit Al-Wafa di Gaza mengurangi layanan, termasuk klinik rawat jalan, operasi, dan terapi, akibat kekurangan bahan bakar serta perlengkapan operasional penting.
  • Rumah Sakit Khusus Kuwait menghentikan hampir seluruh layanan selain gawat darurat setelah WHO menghentikan pasokan solar ke lebih dari 20 fasilitas kesehatan karena keterbatasan dana.
  • Otoritas Gaza menuding Israel gagal memenuhi komitmen bantuan dalam gencatan senjata; serangan masih berlanjut dan menewaskan sedikitnya empat orang pada Senin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rumah Sakit Al-Wafa untuk Rehabilitasi Medis dan Bedah Khusus di Jalur Gaza, pada Senin (21/9/2026), mengumumkan telah mengurangi layanannya akibat krisis operasional yang disebabkan oleh kekurangan bahan bakar dan perlengkapan penting lainnya. Rumah sakit ini menjadi fasilitas kesehatan kedua di wilayah tersebut yang mengumumkan pengurangan layanan akibat krisis bahan bakar dalam 2 hari terakhir.

Dalam pernyataannya, Rumah Sakit Al-Wafa mengatakan bahwa sejumlah layanan penting yang dihentikan sementara termasuk klinik rawat jalan, operasi, terapi fisik dan okupasi rawat jalan, terapi wicara dan perawatan untuk gangguan menelan.

"Penangguhan layanan-layanan ini terjadi di tengah krisis operasional dan kemanusiaan yang telah mencapai tahap yang sangat berbahaya," kata pihak rumah sakit, dikutip Anadolu.

  1. 1. Pihak rumah sakit serukan bantuan segera

    ilustrasi perawatan rumah sakit (unsplash.com/Marcelo Leal)
    ilustrasi perawatan rumah sakit (unsplash.com/Marcelo Leal)

    Fasilitas kesehatan nonpemerintah itu tak hanya kekurangan bahan bakar untuk mengoperasikan generator listrik dan kendaraan, tapi juga kesulitan mendapatkan oli, ban, suku cadang dan perlengkapan pemeliharaan yang dibutuhkan agar peralatan dan layanan penting tetap dapat beroperasi. Karena kondisi ini, sejumlah layanan rumah sakit terpaksa dihentikan demi menghemat sumber daya yang ada dan mengalihkannya kepada pasien rawat inap serta layanan medis penting.

    Selama hampir 3 tahun agresi militer Israel, generator listrik telah menjadi sumber listrik utama bagi rumah sakit di Gaza untuk mengoperasikan departemen penting dan peralatan medis. Rumah Sakit Al-Wafa sendiri telah melayani ribuan warga Palestina, termasuk korban luka dan penyandang disabilitas, dan menerima banyak pasien setiap bulannya.

    Rumah sakit tersebut memperingatkan bahwa pengurangan layanan lainnya dapat terjadi jika krisis pasokan bahan bakar dan pasokan operasional terus berlanjut. Pihaknya pun menyerukan bantuan segera kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi kesehatan dan kemanusiaan serta para donatur.

  2. 2. WHO hentikan pasokan solar ke beberapa rumah sakit karena keterbatasan dana

    Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza
    Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Sebelumnya, pada Minggu (20/9/2026), Rumah Sakit Khusus Kuwait di Gaza selatan juga mengumumkan penghentian operasional di seluruh departemennya, kecuali layanan gawat darurat. Langkah ini diambil akibat terhentinya pasokan bahan bakar di tengah blokade Israel.

    Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan bahwa WHO telah memutuskan untuk menghentikan pasokan solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan mulai Sabtu (19/9/2026) karena kekurangan dana. Ia menambahkan bahwa jumlah bahan bakar yang masuk ke Gaza sangat terbatas, bahkan nyaris tidak cukup untuk menjaga fasilitas kesehatan tetap beroperasi.

  3. 3. Israel dianggap gagal penuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata

    serangan Israel di Jalur Gaza
    serangan Israel di Jalur Gaza (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Kantor media pemerintah Gaza telah berulang kali menuding Israel gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, termasuk mengizinkan masuknya bantuan dan bahan bakar dalam jumlah yang telah disepakati ke wilayah tersebut.

    Pasukan Israel juga masih melancarkan serangan di Gaza. Dilansir Al Jazeera, sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza pada Senin. Salah satu korban, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, tewas ditembak di zona aman al-Mawasi, Gaza selatan.

    Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 1.394 orang tewas dan 4.839 lainnya terluka sejak dimulainya gencatan senjata. Secara keseluruhan, hampir 74 ribu warga Palestina tewas sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More