Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuba Bebaskan Lebih dari 2 Ribu Tahanan saat Pekan Suci Paskah
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)
  • Pemerintah Kuba membebaskan 2.010 tahanan saat Pekan Suci Paskah sebagai bentuk kemanusiaan, tanpa mencakup pelaku kejahatan berat seperti pembunuhan dan penyelundupan narkoba.
  • Pembebasan ini menjadi pengampunan kelima sejak 2011, dengan total lebih dari 11 ribu tahanan telah dibebaskan dalam 15 tahun terakhir.
  • Kuba juga meminta Paus Leo XIV memediasi hubungan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade minyak, meski belum ada hasil konkret dari upaya tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kuba mengumumkan pengampunan 2.010 tahanan saat Semana Santa atau Pekan Suci Paskah sebagai bentuk kemanusiaan dan kedaulatan. Tahanan yang dibebaskan berasal dari sejumlah penjara di negara Karibia tersebut. 

“Keputusan ini menunjukkan ketaatan saat Pekan Paskah, sebuah praktik di dalam sistem pengadilan kriminal dan sebuah refleksi kemanusiaan dari Revolusi Kuba,” ungkap Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, dikutip The Latin Times, Sabtu (4/4/2026). 

Otoritas Kuba tidak mengungkapkan siapa tahanan yang dibebaskan. Namun, narapidana yang dihukum atas kasus kejahatan serius, seperti pembunuhan, pelecehan seksual, dan penyelundupan narkoba tidak ikut dalam pengampunan. 

1. Pengampunan tahanan kelima di Kuba sejak 2011

ilustrasi Kuba (pexels.com/Yuting Gao)

Pembebasan tahanan kali ini menjadi yang kelima dilakukan oleh pemerintah Kuba sejak 2011. Selama 15 tahun terakhir, sudah ada lebih dari 11 ribu orang yang mendapatkan keuntungan dari pengampunan ini. 

Dilansir EFE, pada 2015, Kuba sudah bersedia membebaskan 3.500 tahanan menjelang kunjungan Paus Francis. Pembebasan ini menjadi yang kedua dilakukan oleh Kuba pada tahun ini setelah membebaskan 51 orang pada pertengahan Maret. 

2. Kuba kembali merayakan Pekan Suci Paskah

ilustrasi Paskah (unsplash.com/ Mateus Campos Felipe)

Pada saat yang sama, Kuba sudah mengadakan perayaan Pekan Suci Paskah. Sebelumnya, perayaan keagamaan tersebut dilarang di Kuba selama 40 tahun lamanya dan dirayakan kembali usai kunjungan Paus John Paul II pada 1998. 

Pada 2012, Paus Benedict XVI meminta Kuba untuk mengembalikan perayaan Pekan Suci Paskah sebagai hari libur nasional. Perayaan tersebut sempat tidak dianggap sebagai hari libur oleh pemerintah Kuba selama hampir 1 abad. 

3. Kuba minta Paus Leo untuk memediasi dengan AS

Paus Leo bakal mengumumkan Uskup Larantuka yang baru. (instagram.com/Vatican News)

Pekan lalu, Kuba secara resmi meminta Paus Leo XIV untuk membantu mediasi dengan Amerika Serikat (AS). Mereka meminta agar Vatikan bersedia membujuk AS untuk mengangkat blokade pengiriman minyak. 

Namun, mediasi ini masih belum menunjukkan hasil dan diperkirakan tidak dapat mengubah pandangan AS. Sebab, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump bersikukuh untuk mengubah pemerintahan di Kuba. 

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyebut bahwa Kuba dapat sukses jika orang di pemerintahan saat ini pergi. Menurutnya, banyak orang Kuba yang sukses di seluruh dunia, kecuali di negaranya sendiri.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team