Jakarta, IDN Times - Kuba mengumumkan pengampunan 2.010 tahanan saat Semana Santa atau Pekan Suci Paskah sebagai bentuk kemanusiaan dan kedaulatan. Tahanan yang dibebaskan berasal dari sejumlah penjara di negara Karibia tersebut.
“Keputusan ini menunjukkan ketaatan saat Pekan Paskah, sebuah praktik di dalam sistem pengadilan kriminal dan sebuah refleksi kemanusiaan dari Revolusi Kuba,” ungkap Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, dikutip The Latin Times, Sabtu (4/4/2026).
Otoritas Kuba tidak mengungkapkan siapa tahanan yang dibebaskan. Namun, narapidana yang dihukum atas kasus kejahatan serius, seperti pembunuhan, pelecehan seksual, dan penyelundupan narkoba tidak ikut dalam pengampunan.
