Paus Leo XIV (U.S. Department of State, Public domain, via Wikimedia Commons)
Kunjungan Paus berlangsung pada masa akhir kepemimpinan Presiden Macron yang akan menuntaskan masa jabatannya tahun depan. Lawatan ini menarik perhatian publik Prancis di tengah menurunnya jumlah jemaat gereja dalam beberapa dekade terakhir, meski angka baptisan dewasa justru mencatat kenaikan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi lawatan kenegaraan pertama seorang paus ke Prancis dalam 18 tahun. Paus pendahulu, Paus Fransiskus, tercatat tidak pernah melakukan kunjungan resmi ke Paris dan melewatkan pembukaan kembali Katedral Notre-Dame pada 2024.
Pada hari pertama kunjungannya, Paus melintasi pusat kota Paris dengan mobil kepausan untuk menggelar doa di Katedral Notre-Dame. Pada malam harinya, ia menghadiri doa bersama sekitar 80 ribu anak muda di Stadion Stade de France.
Agenda puncak di Paris dilakukan pada Sabtu lewat perayaan misa terbuka di Place de la Concorde yang dihadiri lebih dari 500 ribu umat. Acara ini turut dihadiri ibu negara Brigitte Macron, Perdana Menteri Sébastien Lecornu, dan sejumlah tokoh politik nasional.
Pada Minggu, Paus bertolak ke tempat ziarah Lourdes untuk memimpin misa bagi 150 ribu jemaat dan menemui tujuh korban pelecehan seksual klerus secara tertutup. Kunjungan empat hari ini akan ditutup pada Senin di kota Metz melalui pidato perdamaian Eropa dan penghormatan bagi bapak pendiri Uni Eropa, Robert Schuman.