Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lewat MIKTA, RI: Kekuatan Middle Powers Harus Jadi Dampak Nyata
Menlu Sugiono dalam pertemuan menlu MIKTA di sela Sidang Majelis Umum PBB. (Dok. Kemlu RI)
  • Sugiono mendorong MIKTA mengubah kekuatan kolektif middle powers menjadi langkah konkret bagi sistem multilateral dan masyarakat.

  • Indonesia menekankan reformasi PBB yang memperkuat legitimasi, efektivitas, dan akuntabilitas, serta membangun konsensus peta jalan.

  • MIKTA didorong meningkatkan koordinasi, respons cepat, dan kerja sama dengan sektor swasta, filantropi, serta mitra strategis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?
Vote Now
April 2026

MIKTA mengeluarkan pernyataan bersama setelah serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon.

Senin (21/9/2026)

Sugiono menyampaikan dorongan agar MIKTA menerjemahkan kekuatan kolektif middle powers menjadi langkah konkret dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA di New York.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?
Vote Now
  • What?
    Sugiono mendorong MIKTA mengubah kekuatan kolektif middle powers menjadi langkah konkret untuk memperkuat sistem multilateral.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri RI Sugiono serta menteri luar negeri Indonesia, Meksiko, Republik Korea, Turki, dan Australia.
  • Where?
    New York, Amerika Serikat, di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB.
  • When?
    Senin (21/9/2026), dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA.
  • Why?
    Untuk memperkuat sistem multilateral, mendukung reformasi PBB, dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat.
  • How?
    Indonesia mengusulkan mekanisme country coordinator untuk isu tertentu serta perluasan kerja sama dengan sektor swasta, filantropi, dan mitra strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?
Vote Now

Sugiono meminta MIKTA, yaitu kelompok negara, bekerja bersama. Ia ingin kekuatan mereka dipakai untuk membuat sistem banyak negara lebih kuat dan membantu orang. Mereka bertemu di New York. Mereka juga bicara tentang memperbaiki PBB, pembangunan, dan AI. Sekarang Australia menjadi Ketua MIKTA 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?
Vote Now

Usulan koordinasi yang lebih terarah memberi ruang bagi MIKTA untuk menjaga konsistensi kerja sama antarnegara anggota. Keberagaman perspektif negara anggotanya juga dapat mendukung pembahasan isu global, termasuk reformasi PBB, pembangunan, dan AI. Keterlibatan sektor swasta, filantropi, serta mitra strategis membuka peluang gagasan forum diterjemahkan menjadi aksi nyata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong MIKTA menerjemahkan kekuatan kolektif negara-negara middle powers menjadi langkah konkret untuk memperkuat sistem multilateral dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan kekuatan kolektif yang kita miliki, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat,” kata Sugiono.

Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9/2026).

1. Reformasi PBB perlu perkuat legitimasi dan akuntabilitas

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyoroti agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sugiono menegaskan, reformasi PBB tidak boleh hanya berfokus pada efisiensi organisasi, tetapi juga harus memperkuat legitimasi, efektivitas, dan akuntabilitas.

Menurut Sugiono, MIKTA dapat membantu menjaga kesinambungan berbagai inisiatif reformasi yang telah berjalan sekaligus membangun konsensus antarnegara anggota mengenai peta jalan reformasi PBB.

“MIKTA dapat menjaga kesinambungan inisiatif reformasi yang telah berjalan dan membantu membangun konsensus mengenai peta jalan reformasi dengan arah yang jelas dan mencerminkan visi bersama,” jelasnya.

Peran tersebut dinilai penting karena MIKTA memiliki kredibilitas yang bersumber dari keberagaman perspektif dan latar belakang kawasan negara anggotanya. Keragaman itu dapat memperkuat posisi MIKTA dalam membahas berbagai isu global.

2. Indonesia usulkan koordinasi MIKTA lebih terarah

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, Indonesia mengusulkan peningkatan koordinasi melalui mekanisme country coordinator untuk isu-isu tertentu. Mekanisme ini diharapkan membuat kerja sama MIKTA lebih terarah dan menjaga konsistensi koordinasi antarnegara anggota.

Sugiono juga mengapresiasi kepemimpinan Australia sebagai Ketua MIKTA 2026. Menurutnya, Australia telah menjaga produktivitas kelompok tersebut sehingga momentum yang ada perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran MIKTA dalam sistem multilateral.

Pentingnya koordinasi dan respons cepat terlihat dari sikap MIKTA terhadap serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon pada April 2026. Sugiono mengapresiasi langkah cepat MIKTA mengeluarkan pernyataan bersama setelah insiden tersebut.

3. MIKTA didorong responsif pada perubahan global

Sugiono menilai kemampuan merespons perkembangan secara cepat atau real-time penting untuk mempertahankan relevansi MIKTA di tengah perubahan situasi global. Selain reformasi sistem multilateral, para menteri luar negeri MIKTA juga membahas isu pembangunan dan akal imitasi atau AI.

Indonesia turut mendorong perluasan kerja sama MIKTA dengan pihak-pihak di luar pemerintah. Sektor swasta, filantropi, dan mitra strategis lainnya dinilai dapat membantu mengubah gagasan yang dibahas dalam forum menjadi aksi nyata.

“Pada akhirnya, kekuatan middle powers hanya akan berarti ketika kita mampu mengubah kekuatan kolektif menjadi dampak yang nyata,” ujar Sugiono.

Keketuaan Australia pada MIKTA 2026 mengusung tema State of the Multilateral System and the Role of Middle Powers. Pertemuan tersebut dihadiri para menteri luar negeri dari Indonesia, Meksiko, Republik Korea, Turki, dan Australia.

Pilih fokus utama untuk peran MIKTA

Menurutmu, apa prioritas utama MIKTA?

See More
Koordinasi isu tertentu
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Respons cepat real-time

Curated For You

Editorial Team

Related Article