"Pertanyaan yang diajukan kepada kita secara sangat sederhana adalah apakah kita ingin hidup dalam keadaan alamiah ini dengan semacam kembali ke hukum rimba atau dalam masyarakat internasional yang beradab? Pesan saya adalah untuk tetap teguh. Jangan menyerah pada situasi yang sedang berkembang. Retorika kekalahan yang memberi jalan pada penyalahgunaan kekuasaan oleh kekaisaran telah mengancam kedaulatan beberapa negara," kata Macron, seperti dikutip France 24.
Pidato di PBB, Macron Ajak Dunia Patuhi Hukum Internasional

- Presiden Prancis Emmanuel Macron di Sidang Umum PBB ke-81 menyerukan negara-negara mematuhi hukum internasional dan menolak penyalahgunaan kekuasaan yang mengancam kedaulatan.
- Macron menilai agresi Israel di Gaza sebagai pelanggaran hukum internasional, serta mengkritik kurangnya tindakan dan hambatan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
- Pidato ini menjadi yang terakhir bagi Macron di PBB sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027; ia menyatakan akan meninggalkan dunia politik setelah lengser.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengajak seluruh negara di dunia berkomitmen untuk mematuhi hukum internasional. Ajakan itu ia sampaikan dalam pidatonya pada hari pertama sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang dihelat di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (22/9/2026).
1. Macron menganggap sejumlah negara telah melanggar hukum internasional

ilustrasi hukum internansional (pexels.com/Mikhail Nilov) Pernyataan tadi disampaikan karena Macron menilai sejumlah negara di dunia kini mulai melanggar hukum internasional. Dalam pidatonya, Macron mencontohkan pelanggaran itu dengan mengaitkannya terhadap agresi Israel di Gaza, Palestina. Ia menyebut agresi Israel di Gaza merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum internasional. Sebab, agresi itu telah membuat semua warga Gaza sengsara.
"Apa gunanya kredibilitas kita jika kita tetap tidak aktif di Gaza? Beberapa pihak mengklaim bahwa perdamaian telah tercapai. Namun, hal ini tidak membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan. Ini adalah tontonan yang mempermalukan kita semua," lanjut Macron.
2. Macron menyampaikan pidato terakhirnya di PBB

potret sidang Majelis Umum PBB (commons.wikimedia.org/Basil D Soufi) Pidato tersebut akan menjadi pidato terakhir Macron di sidang umum PBB. Sebab, pria yang kini berusia 48 tahun itu akan mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Prancis pada 2027 mendatang. Pemilihan umum presiden Prancis bakal dihelat pada 18 April dan 2 Mei 2027.
Macron sendiri resmi terpilih menjadi Presiden Prancis pada 7 Mei 2017. Ketika itu, Macron menang dengan perolehan suara 66 persen dan berhasil menjadi presiden termuda dalam sejarah Prancis. Sebab, ketika itu, usianya masih 40 tahun. Kemudian, ia kembali terpilih menjadi orang nomor 1 di Negeri Mode pada 24 April 2022.
3. Akan meninggalkan dunia politik usai lengser

potret Presiden Prancis, Emmanuel Macron (commons.wikimedia.org/ President of the Russian Federation) Macron mengatakan, ia tidak akan berkecimpung lagi di dunia politik usai tidak menjabat sebagai presiden. Macron mengatakan, sebelum menjadi presiden, dirinya sama sekali tidak pernah terjun ke dunia politik. Oleh karena itu, ia mengatakan akan kembali lagi ke rutinitas lamanya sebagai rakyat biasa usai melepas jabatannya sebagai pemimpin tertinggi di Prancis.
“Saya tidak berkecimpung di dunia politik sebelum menjadi presiden dan saya tidak akan melakukannya lagi setelah ini. Hal tersulit setelah sembilan tahun adalah Anda harus mempertahankan apa yang telah Anda lakukan dengan baik dan mencoba untuk melangkah lebih jauh. Namun, terkadang Anda harus kembali ke hal-hal yang tidak Anda lakukan dengan baik,” kata Macron saat berbicara kepada para mahasiswa di Siprus, Yunani, pada April lalu dilansir Anadolu Agency.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















