Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Malaysia-Brunei Sepakat Pakai Mekanisme ASEAN Atasi Kabut Asap RI
Warga masih beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap di Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Malaysia dan Brunei Darussalam menyepakati penggunaan mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas yang berdampak di Sarawak.
  • Kualitas udara tidak sehat di Sarawak menyebabkan 591 sekolah ditutup sementara selama 20–21 Agustus 2026.
  • Malaysia akan melibatkan Sekretariat ASEAN untuk mengoordinasikan upaya penanganan kebakaran hutan dan kabut asap bersama Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?
Vote Now
20-21 Agustus 2026

Sebanyak 591 sekolah di Sarawak ditutup sementara selama dua hari akibat kualitas udara yang tidak sehat.

Jumat (21/8/2026)

Mohamad ‘Tok Mat’ Hasan menyatakan Malaysia meminta mekanisme ASEAN digunakan untuk menangani isu yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN.

Sabtu (22/8/2026)

Malaysia dan Brunei Darussalam menyepakati penggunaan mekanisme ASEAN dalam ALC-27 Malaysia-Brunei di Bandar Seri Begawan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?
Vote Now
  • What?
    Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas yang berdampak di Sarawak.
  • Who?
    Malaysia, Brunei Darussalam, Anwar Ibrahim, Mohamad ‘Tok Mat’ Hasan, Arthur Joseph Kurup, Sekretariat ASEAN, dan Indonesia terlibat dalam upaya penanganan.
  • Where?
    Kesepakatan dicapai di Bandar Seri Begawan, sementara kabut asap berdampak di Sarawak.
  • When?
    Kesepakatan dicapai Sabtu (22/8/2026) dalam ALC-27 Malaysia-Brunei.
  • Why?
    Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak mencapai level tidak sehat dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.
  • How?
    Malaysia menggunakan jalur diplomatik ASEAN, mengirim surat kepada mitra dan Sekretariat ASEAN, serta melibatkan Sekretaris Jenderal ASEAN untuk koordinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?
Vote Now

Malaysia dan Brunei setuju memakai cara ASEAN untuk mengurus asap yang pergi ke Sarawak. Pak Anwar bilang cara itu paling baik. Udara di Sarawak tidak sehat, jadi 591 sekolah tutup dua hari. Nanti Sekretariat ASEAN bisa membantu Malaysia dan Indonesia mengurus kebakaran hutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?
Vote Now

Penggunaan mekanisme ASEAN membuka wadah koordinasi bagi Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan negara anggota terkait dalam menangani kabut asap lintas batas. Keterlibatan Sekretariat ASEAN juga dapat membantu mengoordinasikan upaya penanganan kebakaran hutan, sementara komunikasi regional diarahkan untuk menangani sumber dan dampak kabut asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang berdampak di Sarawak. Kesepakatan itu dicapai dalam Pertemuan Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 atau ALC-27 Malaysia-Brunei di Bandar Seri Begawan, Sabtu (22/8/2026).

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan, penggunaan mekanisme ASEAN dinilai sebagai pendekatan terbaik untuk menangani persoalan lingkungan yang melibatkan lebih dari satu negara.

“Kami berdua (Malaysia-Brunei) sepakat bahwa menggunakan mekanisme ASEAN adalah pendekatan terbaik,” kata Anwar, dikutip dari laporan UKAS, seusai menghadiri ALC-27, dilansir dari Sarawak Tribune.

Isu kabut asap tersebut menjadi perhatian setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak mencapai level tidak sehat. Kondisi itu bahkan menyebabkan 591 sekolah ditutup sementara pada 20-21 Agustus 2026.

1. Malaysia dorong mekanisme ASEAN

Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad ‘Tok Mat’ Hasan, mengatakan, Pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik ASEAN untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas yang berdampak pada Sarawak.

Tok Mat mengatakan, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, akan mengirimkan surat kepada mitranya serta Sekretariat ASEAN tentang persoalan tersebut.

“Kami meminta agar mekanisme ASEAN digunakan untuk menangani isu dan persoalan yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN,” ujar Tok Mat setelah Pertemuan Implementasi Exchange of Letters ke-27 Malaysia-Brunei, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, mekanisme ASEAN dinilai lebih efektif untuk menangani berbagai persoalan lingkungan yang melibatkan negara-negara anggota. Surat tersebut diperkirakan sampai ke Sekretariat ASEAN dalam satu atau dua hari.

2. Kabut asap berdampak parah ke Sarawak

Suasana kabut asap di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Persoalan kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian setelah kualitas udara di Sarawak memburuk. Polusi udara tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.

Sebanyak 591 sekolah di Sarawak ditutup sementara selama dua hari, yakni 20-21 Agustusakibat kondisi kualitas udara yang tidak sehat.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di satu wilayah dapat menimbulkan dampak lintas batas. Karena itu, Malaysia menilai diperlukan koordinasi regional untuk menangani sumber maupun dampak kabut asap.

Tok Mat mengatakan, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan negara-negara ASEAN melalui mekanisme yang sudah tersedia. Menurutnya, kerja sama regional penting karena isu lingkungan tidak berhenti pada batas wilayah suatu negara.

3. Sekretariat ASEAN diminta koordinasi

ilustrasi Sekretariat ASEAN (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Penggunaan mekanisme ASEAN diharapkan menjadi wadah bagi Malaysia dan negara-negara terkait untuk meningkatkan koordinasi dalam menangani kabut asap. Sekretariat ASEAN juga akan dilibatkan dalam upaya tersebut.

Tok Mat mengatakan, Sekretaris Jenderal ASEAN nantinya dapat membantu mengoordinasikan upaya Malaysia dan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap persoalan kabut asap.

Malaysia sebelumnya telah menyampaikan keinginannya agar mekanisme ASEAN digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di antara negara-negara anggota, termasuk isu lingkungan.

Kesepakatan Malaysia dan Brunei ini sekaligus menegaskan kembali pentingnya pendekatan regional dalam menangani kabut asap lintas batas. Melalui ASEAN, negara-negara anggota diharapkan dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan langkah bersama untuk mencegah dampak kabut asap semakin meluas.

Pilih pandanganmu soal mekanisme ASEAN

Apakah mekanisme ASEAN tepat untuk atasi kabut asap?

See More
Tepat digunakan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Belum cukup efektif

Curated For You

Editorial Team

Related Article