Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mantan Kepala Shin Bet Gugat Netanyahu atas Pencemaran Nama Baik

3 min read
Mantan Kepala Shin Bet Gugat Netanyahu atas Pencemaran Nama Baik
Ronen Bar (commons.wikimedia.org/Amos Ben Gershom) | Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/UK Government)
  • Mantan kepala Shin Bet Ronen Bar menggugat Benjamin Netanyahu senilai 3 juta shekel atas dugaan pencemaran nama baik terkait kegagalan mencegah serangan Hamas 7 Oktober 2023.
  • Bar menilai Netanyahu menyebarkan tuduhan palsu untuk mengalihkan tanggung jawab, sementara Netanyahu menyatakan Bar tidak memberi peringatan langsung meski memiliki nomor pribadinya.
  • Gugatan diajukan menjelang pemilu Israel 27 Oktober 2026, ketika Netanyahu menghadapi persaingan ketat dan tudingan pemalsuan catatan panggilan terkait serangan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Mantan kepala badan keamanan dalam negeri Israel Shin Bet, Ronen Bar, menggugat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas tuduhan pencemaran nama baik terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bar menuding Netanyahu melontarkan tuduhan palsu untuk mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan tersebut.

Gugatan yang diajukan pada Rabu (14/10/2026) itu, menuntut ganti rugi sebesar 3 juta shekel atau sekitar Rp17 miliar. Kasus ini muncul menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober 2026 mendatang.

  1. 1. Ronen Bar menuding Netanyahu menyebarkan tuduhan palsu

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (x.com/netanyahu)

    Dilansir Al Jazeera, Bar menyebut tuduhan Netanyahu perihal "kegagalan kriminal" dalam mengantisipasi serangan Hamas sebagai pencemaran nama baik. Dalam dokumen gugatan setebal 134 halaman, Bar menuduh Netanyahu berbohong untuk mengalihkan pembahasan dari tanggung jawabnya sendiri atas serangan tersebut.

    Bar mengatakan telah menelepon sekretaris militer Netanyahu ketika tanda-tanda kemungkinan serangan mulai tampak. Akan tetapi, ia mengaku tidak mempunyai dan tidak pernah diberikan nomor telepon pribadi Netanyahu.

  2. 2. Netanyahu mengaku tidak menerima peringatan langsung dari Bar

    Dalam wawancara dengan stasiun televisi KAN News pada Rabu malam, Netanyahu mengatakan tidak mengetahui siapa yang ditemui Kepala Badan Intelijen Mesir Abbas Kamel beberapa hari sebelum serangan 7 Oktober 2023, dilansir Jerusalem Post.

    Pernyataan itu muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan pada September 2026 bahwa Kamel telah memperingatkan Netanyahu mengenai potensi serangan Hamas.

    Melalui unggahan di X, Netanyahu juga menuding Bar telah melihat tanda-tanda peringatan pada malam sebelum serangan, tetapi tidak menghubunginya secara langsung.

    "Ronen, apa kamu serius?" tulis Netanyahu.

    Ia mengatakan bahwa Bar memiliki nomor telepon pribadinya dan bisa segera menghubunginya sebagaimana para kepala badan keamanan lainnya. Netanyahu juga menyebut agen Shin Bet yang bertugas mengawalnya sepanjang waktu dapat menghubunginya dalam hitungan menit.

    "Betapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan seandainya saja kamu menelepon tepat waktu," pungkasnya.

  3. 3. Gugatan muncul menjelang pemilu Israel

    Ronen Bar | Benjamin Netanyahu
    Ronen Bar (commons.wikimedia.org/Amos Ben Gershom) | Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/UK Government)

    Bar diketahui mengundurkan diri sebagai Kepala Shin Bet pada Juni 2025 di tengah saling tuding mengenai kegagalan mencegah serangan Hamas. Ia tetap bersikeras telah memberi tahu Netanyahu tentang ancaman tersebut sebelum serangan terjadi.

    Beberapa hari sebelum gugatan Bar diajukan, Avi Gil, mantan sekretaris militer Netanyahu, menuding kantor perdana menteri memalsukan catatan terkait serangan 7 Oktober 2023. Kepada Channel 12, Gil mengatakan waktu sebuah panggilan telepon berdurasi empat menit diubah dari pukul 06.40 menjadi 06.29 waktu setempat.

    Dilansir Al Jazeera, survei menunjukkan bahwa Netanyahu tengah menghadapi persaingan ketat untuk mempertahankan kekuasaannya dalam pemilihan umum tanggal 27 Oktober seusai dikecam keras oleh mantan staf, pejabat pemerintah, serta pihak oposisi lantaran dianggap gagal mencegah pertumpahan darah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More