Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Tren de Aragua, Geng Narkoba Terbesar di Venezuela
potret bendera Venezuela (pexels.com/Alex Dos Santos)
  • Geng Tren de Aragua didirikan oleh Hector Rusthenford Guerrero Flores di penjara Tocoron pada awal 2010 dan berkembang menjadi kelompok kriminal paling berpengaruh di Venezuela.
  • Tren de Aragua memperluas kekuasaannya dari dalam penjara ke berbagai wilayah, bahkan memiliki cabang di Kolombia, Peru, dan Chile meski pusat operasinya di Tocoron telah digempur aparat.
  • Pemimpin geng, Flores, tewas dalam serangan pasukan AS tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen bersama Amerika Serikat dan Venezuela untuk memberantas jaringan narkoba lintas negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Venezuela merupakan salah satu negara Amerika Latin yang dihuni banyak geng narkoba. Geng narkoba inilah yang kerap melakukan aksi perdagangan narkoba lintas negara secara ilegal. Salah satu negara yang kerap jadi tujuan perdagangan narkoba mereka adalah Amerika Serikat. 

Di Venezuela, ada satu geng narkoba yang terkenal paling kuat. Geng tersebut bernama Tren de Aragua. Merekalah yang disebut memegang kendali produksi dan perdagangan narkoba ilegal di Negeri Tanah Anugerah. Berikut profil lengkap geng Tren de Aragua yang menarik diketahui lebih dalam.

1. Geng Tren de Aragua didirikan di dalam penjara

potret penjara (pexels.com/Ron Lach)

Tren de Aragua didirikan oleh seorang kriminal bernama Hector Rusthenford Guerrero Flores atau yang juga dikenal dengan sebutan Nino Guerrero pada awal 2010. Ia mendirikan geng ini saat dirinya sedang dipenjara di Kota Tocoron, Negara Bagian Aragua.   

Tren de Aragua sendiri memiliki arti “Kereta ke Aragua”. Dilansir Insight Crime, makna ini kemungkinan merujuk pada serikat pekerja konstruksi yang pernah terlibat dalam pembangunan rel kereta di Aragua. Namun, pembangunan rel tersebut dikabarkan tidak pernah usai.

2. Mulai mengepakkan sayapnya ke sejumlah wilayah di Aragua

potret peta wilayah Aragua, Venezuela (commons.wikimedia.org/TUBS)

Awalnya, Tren de Aragua hanya sebuah geng yang beroperasi di dalam penjara. Semua anggota geng mereka melakukan transaksi narkoba dari balik jeruji besi kepada sesama warga binaan. Namun, selama dipimpin Flores, Tren de Aragua mulai mengepakkan sayapnya ke sebuah wilayah di Venezuela bernama San Vicente. Di sana, mereka mendapat dana dari pemerintah setempat dengan cara mengadakan kegiatan amal bernama Fundacion Somos El Barrio JK. 

Saat pertama kali berdiri, geng Tren de Aragua sudah melakukan perjanjian non-agresi bersama geng lainnya yang sudah lebih dulu ada. Salah satunya adalah dengan geng bernama Tren del Llano. Namun, pada 2016, pemimpin geng tersebut tewas terbunuh. Momen itu lantas dimanfaatkan dengan cerdik oleh geng Tren de Aragua untuk mengambil alih beberapa wilayah milik geng Tren de Llano yang ada di Aragua. Sejak itu, Tren de Aragua terus menambah wilayah kekuasaannya hingga jadi geng narkoba terbesar di Venezuela. 

3. Punya cabang di beberapa negara Amerika Latin

potret peta wilayah Amerika Latin (pexels.com/Arturo Anez)

Seiring berjalannya waktu, Tren de Aragua menjelma menjadi geng narkoba transnasional yang besar. Tidak hanya beroperasi di dalam negeri, mereka juga punya jaringan geng serupa di negara lain untuk memuluskan aksinya dalam melakukan perdagangan narkoba. Dilansir Britannica, Tren de Aragua sudah punya cabang di tiga negara Amerika Latin, yakni Kolombia, Peru, dan Chile. 

Pada September 2023, 11.000 aparat keamanan Venezuela yang terdiri polisi dan militer yang didukung kendaraan lapis baja melakukan operasi untuk membasmi pusat operasi geng Tren de Aragua di Tocoron. Operasi itu sukses melumpuhkan kekuasaan Tren de Aragua di kota tersebut. Kendati demikian, Tren de Aragua tidak lantas bubar. Mereka justru tetap berdiri sebagai geng narkoba yang kuat. Sebab, meski pusat operasinya di Tocoron telah dibasmi, jaringan dan cabang mereka di dalam maupun luar negeri masih beroperasi. 

4. Pemimpin geng Tren de Aragua tewas diserang pasukan AS

ilustrasi militer Amerika Serikat (pexels.com/Pixabay)

Namun, hari sial memang tidak ada di kalender. Pada 12 Juni 2026 lalu, Flores selaku pemimpin geng Tren de Aragua dikabarkan tewas. Ia tewas saat pasukan AS menyerang persembunyiannya di sebuah gubuk yang ada di pedesaan Venezuela. Namun, tidak diketahui desa apa yang dimaksud.

Dalam sebuah video yang diunggah Presiden Donald Trump di Truth Social, terlihat pasukan AS meluncurkan serangan rudal ke gubuk yang ditempati Flores. Sesaat usai serangan diluncurkan, gubuk itu langsung hancur. Api dan kepulan asap hitam pekat langsung keluar usai serangan dilakukan.

5. Serangan ke Flores merupakan komitmen AS dan Venezuela untuk basmi geng narkoba

ilustrasi geng narkoba (unsplash.com/Thomas Marquize)

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan, serangan yang dilakukan terhadap Flores merupakan komitmen AS untuk membasmi geng dan gembong narkoba di Venezuela. Sebab, AS dan Venezuela sudah berkomitmen untuk membasmi keberadaan geng narkoba karena dianggap meresahkan. Mereka kerap menyelundupkan narkoba secara ilegal ke luar negeri, termasuk ke AS. 

“Operasi ini menggarisbawahi komitmen bersama AS dan Venezuela untuk memerangi teroris narkoba dan mencegah mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman di belahan bumi kita. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra keamanan, seperti Venezuela dan negara-negara anggota Koalisi Anti Kartel Amerika (A3C) untuk memerangi musuh-musuh kita,” tulis Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sebuah unggahan di X dikutip The Hill

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article