Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo-Gibran Hadiri Sarasehan Rektor Perguruan Tinggi Negeri-Swasta

Prabowo-Gibran Hadiri Sarasehan Rektor Perguruan Tinggi Negeri-Swasta
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama ribuan rektor, dekan, dan dosen dari seluruh Indonesia di Jakarta Convention Center.
  • Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung perjalanan politiknya yang pernah kalah empat kali dalam pemilu namun tetap menghormati hasil demokrasi tanpa mengganggu pemimpin terpilih.
  • Prabowo menekankan pentingnya peran kaum intelektual untuk mengabdikan kepintaran mereka demi kesejahteraan rakyat miskin serta menolak tindakan anarki dan permusuhan dalam kehidupan berbangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia. Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).

Acara itu mengambil tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia".

Dalam kesempatan itu, Prabowo menceritakan sudah kalah empat kali dalam kontestasi pemilihan umum (Pemilu). Prabowo menyebut, saat kalah, tidak pernah mengganggu pemimpin yang menang.

"Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujar dia.

Pernyataan Prabowo itu mendapat tepuk tangan. Prabowo kemudian menyampaikan terima kasih.

Sebab, kata Prabowo, biasanya ketika bercerita mengenai kalah empat kali, hadirin merespons dengan tertawa.

"Terima kasih (sudah tepuk tangan). Karena biasanya kalau saya bilang empat kali kalah, audiens ketawa. Ini orang Indonesia itu kalah itu sedih sebetulnya. Tapi karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa. Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa," ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, orang pintar seharusnya bisa mengabdikan diri untuk bisa membantu masyarakat paling miskin keluar dari kesusahan.

"Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita? Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini? Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah? Bukankah itu?" ujar dia.

"Silakan kalau ada yang berpendapat lain hal. Saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," imbuhnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More