AS Siap Bantu Venezuela Pascagempa, Trump Gelontorkan Rp2,6 Triliun

- Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmen negaranya membantu Venezuela pascagempa besar dengan menggelontorkan bantuan senilai Rp2,6 triliun untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan.
- Pemerintah AS mengerahkan tim penyelamat dari Virginia dan Los Angeles, serta pesawat militer untuk memetakan kerusakan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.
- Pemerintah Venezuela melaporkan 188 korban tewas dan lebih dari 1.500 luka-luka, dengan La Guaira menjadi zona bencana terparah akibat runtuhnya bangunan dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan komitmen negaranya untuk membantu Venezuela yang dilanda dua gempa dahsyat. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam komentar publik pertamanya setelah bencana yang menewaskan sedikitnya 188 orang.
Trump mengatakan, pemerintah AS telah menginstruksikan seluruh lembaga terkait untuk bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan. Menurutnya, Amerika siap mendukung proses penyelamatan dan pemulihan di negara Amerika Latin tersebut.
Di saat yang sama, jumlah korban terus bertambah. Otoritas Venezuela melaporkan sedikitnya 188 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka. Ribuan warga juga kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan parah yang ditimbulkan gempa.
Bencana tersebut menjadi pukulan baru bagi Venezuela yang masih menghadapi tantangan politik dan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Operasi pencarian korban hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.
1. Trump tegaskan AS siap bergerak cepat

Dalam pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih, Trump mengatakan, Amerika akan membantu Venezuela menghadapi dampak gempa. “Kami akan membantu mereka menghadapi gempa besar itu. Gempa yang sangat dahsyat di Caracas. Kami akan membantu mereka,” kata Trump, dilansir CNN, Jumat (26/6/2026).
Sebelumnya melalui media sosial Truth Social, Trump juga menyatakan AS siap memberikan bantuan.
“Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu. Saya telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah untuk bersiap bergerak cepat. Kami akan hadir untuk teman-teman baru kami yang hebat. Laporan awal yang kami terima tidak baik,” tulis Trump.
Pemerintah AS kemudian mengumumkan bantuan senilai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun untuk mendukung penanganan darurat pascagempa.
2. AS kerahkan tim penyelamat dan bantuan udara

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu proses penyelamatan di Venezuela.
Rubio menyebut, tim pencarian dan penyelamatan dari Fairfax County, Virginia, dan Los Angeles akan diterjunkan ke wilayah terdampak. Selain itu, Disaster Assistance Response Team (DART) juga dikirim untuk mendukung penanganan bencana.
“Kami sudah mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan dari Fairfax County, Virginia, dan Los Angeles. Tim lainnya juga akan kami tambahkan. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah operasi pencarian dan penyelamatan,” ujar Rubio.
Departemen Pertahanan AS juga akan mengerahkan pesawat untuk memetakan tingkat kerusakan, mencari korban yang masih terjebak, serta mengirimkan bantuan kemanusiaan. Rubio menambahkan pemerintah akan menyediakan citra udara guna membantu penilaian kerusakan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi wilayah terdampak paling parah.
3. Korban terus bertambah, La Guaira lumpuh

Sementara itu, pemerintah Venezuela menyatakan jumlah korban tewas akibat dua gempa besar meningkat menjadi sedikitnya 188 orang, sedangkan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka. Gempa kedua tercatat sebagai yang terkuat di negara tersebut dalam lebih dari satu abad.
Wilayah pesisir La Guaira menjadi daerah dengan kerusakan terparah dan telah ditetapkan sebagai zona bencana. Puluhan bangunan runtuh, termasuk hotel di kawasan Macuto, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka hancur.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez memimpin rapat darurat di La Guaira bersama sejumlah pejabat pemerintah. Dalam pernyataan resmi menegaskan, “prioritas difokuskan pada percepatan pengambilan keputusan operasional untuk melindungi nyawa masyarakat dan membantu keluarga yang terdampak.”
Pemerintah Venezuela juga mengerahkan alat berat serta mendistribusikan air minum, makanan, kasur, dan selimut kepada warga terdampak. Hingga kini, tim penyelamat masih terus mencari korban yang dilaporkan hilang atau diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.


















