Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Orang, 1.500 Terluka

- Gempa besar mengguncang Venezuela menewaskan 188 orang dan melukai lebih dari 1.500, dengan kerusakan parah di La Guaira, Caracas, dan sekitarnya.
- Pemerintah Venezuela memprioritaskan penyelamatan korban melalui koordinasi lintas sektor, pengerahan alat berat, serta distribusi bantuan dasar seperti air, makanan, dan selimut.
- Bantuan internasional mulai berdatangan termasuk dari Amerika Serikat, sementara operasi pencarian korban hilang masih terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak.
Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) kembali bertambah. Ketua Majelis Nasional Venezuela melaporkan, sedikitnya 188 orang meninggal dunia sementara lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka.
Gempa kedua yang mengguncang negara itu tercatat sebagai yang terkuat dalam lebih dari satu abad terakhir. Hingga Kamis malam waktu setempat, tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang hilang maupun terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah di negara bagian La Guaira, ibu kota Caracas, dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Banyak warga kehilangan tempat tinggal setelah rumah-rumah mereka rata dengan tanah.
Bencana ini juga memperburuk situasi Venezuela yang sebelumnya telah menghadapi krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
1. Prioritas selamatkan korban
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, pada Kamis mengunjungi negara bagian La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa.
Dalam kunjungan tersebut, Rodríguez memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez, dan para komandan militer untuk mengevaluasi penanganan darurat.
Berdasarkan keterangan resmi kepresidenan, pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
“Prioritas kami difokuskan pada percepatan pengambilan keputusan operasional untuk melindungi nyawa masyarakat dan membantu keluarga yang terdampak,” demikian bunyi pernyataan pemerintah, dikutip dari CNN, Jumat (26/6/2026).
2. Alat berat dan bantuan darurat dikerahkan
Pemerintah Venezuela juga mengaktifkan rencana kontinjensi lintas sektor untuk mempercepat proses penyelamatan dan distribusi bantuan.
Dalam pernyataan resmi disebutkan pemerintah telah mengerahkan alat berat ke wilayah terdampak, sekaligus memprioritaskan penyaluran air minum, makanan, kasur, dan selimut bagi para korban.
“Sebagai bagian dari rencana kontinjensi multisektor, pemerintah telah memerintahkan mobilisasi alat berat serta distribusi prioritas kebutuhan dasar seperti air minum, makanan, kasur, dan selimut kepada warga terdampak,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pemerintah juga memastikan tim penyelamat, petugas penanganan risiko bencana, dan layanan sosial tetap disiagakan di lapangan dengan sistem koordinasi terpadu selama masa tanggap darurat.
3. Bantuan internasional mulai berdatangan
Di tengah proses evakuasi, bantuan internasional mulai mengalir ke Venezuela. Amerika Serikat telah mengumumkan pengerahan tim penyelamat khusus, meski waktu kedatangan mereka belum dipastikan.
Sejumlah negara lain juga menyampaikan komitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela.
Sementara itu, warga Venezuela yang tinggal di luar negeri masih menunggu kabar anggota keluarga mereka di daerah terdampak, seiring masih berlangsungnya operasi pencarian di berbagai lokasi reruntuhan.
Hingga kini, otoritas Venezuela belum menutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah mengingat masih banyak orang yang dilaporkan hilang atau diduga terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
















