Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menlu AS Bantah Kabar Penghentian Data Intelijen Militer ke Ukraina

3 min read
Menlu AS Bantah Kabar Penghentian Data Intelijen Militer ke Ukraina
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden AS, Donald Trump. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Menlu AS Marco Rubio membantah adanya penghentian pembagian intelijen militer ke Ukraina dan menyatakan kerja sama tetap berjalan, sambil menekankan fokus Washington pada perundingan damai.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut data intelijen AS sempat terputus beberapa hari sebelum pulih, padahal informasi satelit penting untuk peringatan dini serangan rudal Rusia.
  • Perbedaan klaim mencerminkan ketegangan hubungan AS-Ukraina, dipicu kekhawatiran atas serangan drone Ukraina ke fasilitas minyak Rusia, pembatasan teknologi satelit, dan menipisnya amunisi pertahanan udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, membantah keras kabar bahwa negaranya sempat menghentikan pembagian informasi intelijen militer kepada Ukraina pada Senin (19/10/2026). Pernyataan ini bertolak belakang dengan keterangan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menyebut aliran data pengintaian tersebut sempat terputus sebelum akhirnya berjalan normal kembali.

Perbedaan pendapat antarkedua sekutu ini mencuat saat militer Ukraina tengah berjuang menghadapi gempuran serangan rudal Rusia yang menyasar permukiman warga dan fasilitas energi penting. Padahal, pasokan data pertahanan dari pihak AS sangat dibutuhkan untuk memberikan tanda bahaya dini sebelum senjata musuh menghantam sasaran.

  1. 1. Bantahan Menlu AS terkait penghentian informasi militer

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.
    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

    Saat menghadiri konferensi pers di Samarkand, Uzbekistan, Rubio menegaskan bahwa kabar terputusnya pengiriman data pertahanan antarkedua negara sama sekali tidak benar. Ia memastikan bahwa kerja sama pertukaran informasi militer tetap berjalan lancar tanpa gangguan apa pun.

    Selain itu, Rubio mempertanyakan alasan pemimpin Ukraina menyampaikan kabar tersebut ke hadapan publik. Pada kesempatan yang sama, ia menekankan komitmen pemerintahan Presiden Donald Trump yang kini berfokus mendorong perundingan damai demi mengakhiri perang.

    "Sama sekali tidak pernah ada jeda dalam pembagian data, dan hal utama yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah mengakhiri perang ini," tegas Rubio, dilansir Euronews.

  2. 2. Keterangan Presiden Zelenskyy mengenai terhentinya data pengintaian

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (x.com/ZelenskyyUa)
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (x.com/ZelenskyyUa)

    Bantahan dari pihak pemerintah AS muncul setelah wawancara televisi Zelenskyy tayang pada Minggu (18/10/2026). Dalam siaran tersebut, pemimpin Ukraina itu mengungkapkan bahwa saluran bantuan informasi intelijen sempat tertutup selama beberapa hari sebelum akhirnya dibuka kembali.

    Zelenskyy menjelaskan bahwa data satelit dan sensor canggih milik AS sangat diperlukan untuk melacak peluncuran rudal berkecepatan tinggi dari pihak Rusia. Tanpa peringatan dini tersebut, warga sipil memiliki waktu yang sangat sempit untuk menyelamatkan diri, serta menyulitkan pasukan pertahanan udara dalam menembak jatuh rudal penyerang.

    "Bantuan informasi intelijen memang sempat terhenti selama beberapa waktu, tetapi sekarang sistem tersebut sudah kembali berfungsi," ungkap Zelenskyy.

  3. 3. Pemicu ketegangan kerja sama antara Amerika Serikat dan Ukraina

    Presiden AS Trump dan Presiden Ukraina Zelensky bersalaman di Paris, Desember 2024.
    Presiden AS Trump dan Presiden Ukraina Zelensky bersalaman di Paris, Desember 2024. (President Of Ukraine., CC0, via Wikimedia Commons)

    Perbedaan pandangan ini memperlihatkan adanya hubungan yang mulai renggang di balik kerja sama perang kedua belah pihak. Ketegangan ini salah satunya dipicu oleh aksi serangan pesawat tanpa awak (drone) Ukraina ke pabrik pengolahan minyak Rusia, yang dikhawatirkan AS dapat mengganggu pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak global.

    Selain itu, pihak Ukraina mengeluhkan adanya pembatasan akses teknologi satelit komunikasi serta menipisnya persediaan amunisi penangkis rudal. Situasi ini mendorong pemerintah Ukraina mempererat hubungan dengan negara-negara Eropa untuk mencari pasokan persenjataan cadangan demi menjaga pertahanan di garis depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More