Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran siap memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Sanaa, Yaman. Tawaran itu disampaikan saat ia berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan.
Menlu Iran Siap Fasilitasi Dialog Arab Saudi dan Sanaa soal Yaman

Take a Deeper Read
1. Iran nilai krisis regional tak bisa diselesaikan secara militer
Dalam percakapan dengan Pangeran Faisal, Araghchi menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan regional. Ia menilai pendekatan militer yang mengabaikan penyelesaian politik justru akan memperumit krisis.
Iran juga menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Yaman dari campur tangan asing. Teheran menyerukan diakhirinya blokade terhadap negara tersebut.
2. Serangan Saudi di Sanaa menewaskan seorang anak perempuan
Kementerian Kesehatan Sanaa melaporkan bahwa serangan udara Arab Saudi di kawasan permukiman Distrik Shu’ub, Sanaa, pada Minggu (11/10/2026) menewaskan seorang anak perempuan dan melukai enam orang lainnya dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan besar pada properti warga di lingkungan padat penduduk.
Juru bicara pemerintah Yaman, Omar al-Bukhaiti, mengecam serangan itu dalam pernyataan kepada Yemen News Agency (SABA). Ia menuduh serangan tersebut sebagai kejahatan genosida yang sengaja menargetkan sebuah keluarga Yaman. Menurutnya, serangan terhadap warga sipil itu merupakan pola yang berulang selama agresi Saudi terhadap Yaman yang telah berlangsung selama 12 tahun.
Al-Bukhaiti juga mengecam organisasi-organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lantaran tidak mengutuk serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa sikap diam mereka menunjukkan keterlibatan dalam penumpahan darah rakyat Yaman.
Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan yang tidak akan terhapus oleh berjalannya waktu. Meskipun demikian, Al-Bukhaiti menegaskan bahwa serangan Saudi tidak akan mematahkan tekad rakyat Yaman untuk melawan agresi, mengakhiri blokade, dan mencapai kemerdekaan sepenuhnya.
3. Iran desak penghormatan terhadap kedaulatan Yaman
Dilansir Al Mayadeen, Iran telah berulang kali menyerukan dimulainya kembali dialog mengenai Yaman dengan mengatakan bahwa masalah negara itu tidak dapat diselesaikan melalui blokade berkelanjutan ataupun konfrontasi militer.
Kementerian Luar Negeri Iran pada 10 September 2026 mendesak pencabutan blokade Yaman yang disebutnya ilegal dan tidak manusiawi. Iran juga menegaskan bahwa kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Yaman harus dihormati.
Iran menilai stabilitas di Asia Barat dan kawasan Laut Merah tidak akan tercapai tanpa penghormatan terhadap hak dan martabat rakyat Yaman. Teheran juga mendesak agar dialog mengenai Yaman segera dilanjutkan sesuai dengan peta jalan yang telah disepakati.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Yaman Ogah Izinkan Wilayahnya Dipakai Iran Perangi AS27 Jul 2026, 07:10 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Bawa Nama Putin dan Xi Jinping, Trump Bantah China-Rusia Sokong Iran14 Oct 2026, 19:53 WIB
- Dorong Perdamaian, Iran Usul Jadi Mediator Arab Saudi dan Houthi13 Oct 2026, 15:56 WIB