Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menlu Tata: Australia Siap Dengarkan Kebutuhan RI soal Kabut Asap Karhutla

3 min read
Menlu Tata: Australia Siap Dengarkan Kebutuhan RI soal Kabut Asap Karhutla
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir disambangi Menlu Australia Penny Wong. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Australia menyatakan siap mendengarkan kebutuhan Indonesia jika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan, meski bantuan terkait kabut asap belum dibahas secara terperinci.

  • Pertemuan Arrmanatha dan Penny Wong menyoroti komitmen menjaga hubungan bilateral, kepercayaan, komunikasi, serta situasi kawasan.

  • Indonesia dan Australia berpeluang mengembangkan latihan penanggulangan bencana, termasuk bantuan kemanusiaan dan kebakaran hutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan Australia siap mendengarkan kebutuhan Indonesia jika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditanya mengenai kemungkinan bantuan Australia terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menlu yang akrab disapa Tata itu menjelaskan, persoalan bantuan tersebut tidak dibahas secara terperinci dalam pertemuannya dengan Menlu Australia Penny Wong di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama keduanya sejak Arrmanatha menjabat sebagai Menlu RI. Pembahasan lebih banyak menyoroti komitmen kedua negara menjaga dan meningkatkan hubungan bilateral.

“Tadi kita tidak membahas hal-hal detail seperti itu, tapi yang tadi ditekankan apa pun isu yang ada dihadapi oleh Indonesia dan perlu bantuan, mereka akan siap untuk mendengar,” kata Tata usai pertemuan.

  1. 1. Bantuan kabut asap belum dibahas secara spesifik

    Menlu Tata: Australia Siap Dengarkan Kebutuhan Indonesia soal Kabut Asap Karhutla
    Menlu RI Arrmanatha Nasir usai pertemuan dengan Menlu Australia, Penny Wong. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Arrmanatha menegaskan, dirinya dan Penny Wong tidak membicarakan secara khusus kemungkinan bantuan Australia terkait kabut asap.

    Karena itu, belum ada pembahasan terperinci mengenai bentuk bantuan yang mungkin diberikan Australia apabila Indonesia membutuhkannya.

    “Tadi kita tidak membahas hal-hal detail seperti itu,” ujarnya.

  2. 2. Australia ingin terus tingkatkan hubungan dengan Indonesia

    Menlu Tata: Australia Siap Dengarkan Kebutuhan RI soal Kabut Asap Karhutla
    Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir disambangi Menlu Australia Penny Wong. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Menurut Arrmanatha, kunjungan Penny Wong menunjukkan komitmen Australia untuk terus meningkatkan hubungan dengan Indonesia. Penny Wong menjadi menlu pertama yang mengunjungi Indonesia dan bertemu Arrmanatha sejak ia menjabat sebagai Menlu RI.

    Arrmanatha mengatakan, Australia memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki posisi khusus dalam hubungan luar negerinya. Dia juga menekankan adanya kepercayaan yang tinggi di antara kedua kepala negara dan para menteri. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan, di samping komunikasi bilateral dan situasi kawasan.

    “Dan ada trust yang tinggi di antara kedua kepala negara dan tentunya juga di tingkat para menteri. Dan itu yang tadi kita bahas,” tuturnya.

    Menlu menambahkan, Indonesia ingin terus menjadi tetangga yang baik bagi negara-negara di sekitarnya, termasuk Australia. Pemerintah juga berkomitmen menjaga hubungan yang selama ini telah berjalan baik.

  3. 3. Ada peluang latihan bareng kebencanaan RI-Australia, termasuk soal karhutla

    Menlu Tata: Australia Siap Dengarkan Kebutuhan RI soal Kabut Asap Karhutla
    Komandan Operasi Gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones dan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Donkodiklat TNI), Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika dalam jumpa pers usai latihan gabungan Keris Woomera di Baluran, Situbondo. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka peluang untuk mengembangkan latihan penanggulangan bencana bersama Australia. Kerja sama tersebut dinilai memungkinkan dibahas lebih lanjut, mengingat kedua negara memiliki pengalaman menghadapi berbagai bencana alam.

    Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI), Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, mengatakan latihan kebencanaan dapat menjadi salah satu materi yang dikembangkan dalam kerja sama militer Indonesia dan Australia ke depan.

    “Latihan bencana alam sangat memungkinkan nanti ke depannya. Seperti dalam latihan Super Garuda Shield tahun ini, ada materi tentang kebencanaan,” kata Naudi dalam konferensi pers penutupan Keris Woomera 2026, di Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa, 20 Oktober 2026.

    Naudi mengatakan Indonesia dapat membicarakan kemungkinan latihan tersebut dengan Australia. Menurutnya, pengalaman kedua negara dalam menghadapi bencana bisa menjadi dasar untuk mengembangkan bentuk kerja sama yang relevan.

    Sementara, Komandan operasi gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones, mengatakan Australia dan TNI akan melaksanakan kegiatan terpisah yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana pada akhir November 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More