Jakarta, IDN Times – Upaya membangun kembali infrastruktur Nepal setelah banjir besar yang melanda negara tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sedikitnya 5 miliar dolar AS (sekitar Rp88 triliun). Perkiraan tersebut disampaikan oleh satu-satunya miliarder Nepal, Binod Chaudhary, di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung.
Dikutip dari The Straits Times, Chaudhary mengatakan bahwa tantangan rekonstruksi bukan hanya soal biaya, tetapi juga waktu dan kondisi geografis Nepal yang bergunung-gunung. Dia memperkirakan nilai kerusakan dan kebutuhan pemulihan masih dapat meningkat seiring proses rehabilitasi yang berlangsung.
Sementara itu, Menteri Keuangan Nepal, Swarnim Wagle, turut memberikan perkiraan serupa. Wagle mengatakan Nepal kemungkinan membutuhkan beberapa miliar dolar untuk memulihkan kondisi setelah bencana, sementara estimasi awal kerusakan disebut cukup mengkhawatirkan.
