Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nepal Mulai Minta Bantuan Asing untuk Tangani Dampak Banjir Bandang

Nepal Mulai Minta Bantuan Asing untuk Tangani Dampak Banjir Bandang
bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Pemerintah Nepal mulai meminta bantuan teknis asing untuk memulihkan transportasi dan komunikasi, identifikasi jenazah, tes DNA, penyelamatan di terowongan, serta penyimpanan jenazah.
  • India mengirim sekitar 60 ton bantuan dan tim khusus, sementara lebih dari 100 orang masih terjebak di terowongan pembangkit listrik Rasuwa di tengah cuaca buruk.
  • Banjir bandang menewaskan lebih dari 600 orang di Nepal dan tujuh di Tibet, dengan sedikitnya 3.000 hilang; Chitwan menyiapkan pemakaman massal sambil mengambil sampel DNA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nepal meminta bantuan negara-negara tetangga dalam bidang khusus dan teknis setelah banjir bandang dahsyat melanda wilayah perbatasannya dengan China pada Rabu (26/8/2026). Sebelumnya, Nepal menolak keterlibatan asing dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Dalam konferensi pers pada Jumat (28/8/2026), Menteri Luar Negeri Shisir Khanal mengatakan bahwa bantuan yang dibutuhkan mencakup pemulihan layanan transportasi dan komunikasi di daerah-daerah yang jembatannya hancur, identifikasi jenazah, tes DNA, penyelamatan orang-orang yang terjebak di dalam terowongan dan penyimpanan jenazah.

Sementara itu, untuk operasi pencarian dan penyelamatan umum, Khanal mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak dibutuhkan karena pekerjaan itu masih dapat dilakukan oleh tim penyelamat Nepal.

  1. 1. India kirimkan 60 ton bantuan ke Nepal

    bendera India (pexels.com/Studio Art Smile)
    bendera India (pexels.com/Studio Art Smile)

    Sejauh ini, India telah mengirimkan tiga pesawat yang membawa sekitar 60 ton bantuan ke Nepal, termasuk selimut, obat-obatan, makanan, tablet penjernih air dan tim penyelamat khusus untuk membantu orang-orang yang terjebak di terowongan.

    Dilansir The Guardian, lebih dari 100 orang masih terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air di distrik Rasuwa. Sebelumnya, lebih dari 350 orang telah dievakuasi dari lokasi tersebut dalam kondisi yang disebut sangat berisiko. Kantor Perdana Menteri Nepal mengatakan bahwa upaya penyelamatan cukup sulit akibat cuaca buruk.

    China juga menyerukan pemberian bantuan darurat ke wilayah yang terdampak bencana serta kerja sama internasional dalam operasi penyelamatan. Namun, tidak disebutkan bantuan apa saja yang akan dikirimkan ke Nepal.

  2. 2. Lebih dari 600 orang tewas dan 3 ribu lainnya hilang

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Sejauh ini, korban tewas akibat banjir bandang telah mencapai lebih dari 600 orang di Nepal dan 7 orang di Tibet, China. Sedikitnya 3 ribu orang lainnya juga dilaporkan hilang di kedua negara tersebut, dengan ratusan di antaranya merupakan warga negara asing.

    Dilansir BBC, seorang perempuan menceritakan bahwa dua putranya terseret banjir saat berada di pasar dekat perbatasan.

    "Saya hanya tinggal memiliki satu putra, dua putra saya telah tiada," ujarnya sambil menangis.

    Perempuan lainnya mengatakan bahwa empat kerabatnya hilang dalam bencana tersebut. Di sampingnya, saudara laki-lakinya menceritakan bahwa ia berlari keluar rumah bersama istri dan anaknya, tapi mereka kemudian terseret arus.

    "Saya menyuruhnya bergegas, tetapi dia mengunci rumah dan akhirnya terjebak arus," tuturnya.

  3. 3. Ratusan jenazah tak dikenal akan dimakamkan dalam kuburan massal

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Dilansir CNN, pihak berwenang di distrik Chitwan, Nepal tengah, berencana melakukan penguburan massal terhadap ratusan jenazah korban banjir yang tak dikenal. Pasalnya, banyak jenazah yang ditemukan mulai membusuk, sementara kamar mayat sudah penuh.

    Ganesh Aryal, pejabat tinggi distrik Chitwan, mengatakan bahwa dari 233 jenazah yang ditemukan di daerah tersebut, hanya empat yang berhasil diidentifikasi. Jenazah-jenazah yang belum teridentifikasi rencananya akan dimakamkan di tepi sungai di kota Devghat, yang terkenal sebagai destinasi ziarah umat Hindu.

    Aryal menerangkan bahwa sebelum dimakamkan, jenazah-jenazah tersebut akan diambil sample DNA-nya agar mereka dapat diidentifikasi di kemudian hari. Lokasi pemakaman juga akan diberi tanda supaya pihak keluarga bisa menemukan kembali jenazah orang-orang yang mereka cintai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More