Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat (AS) nyaris mencegat sebuah kapal kargo milik China di perairan Timur Tengah pada musim semi 2026. Operasi militer berisiko tinggi ini dipicu laporan intelijen keliru dari sistem kecerdasan buatan (AI). Pasukan khusus bersenjata dilaporkan telah bersiap menaiki kapal, sementara sejumlah pesawat militer sudah mengudara.
Operasi tersebut dibatalkan sesaat sebelum eksekusi setelah para perwira memeriksa ulang data muatan kapal. Sistem AI tersebut menuding kapal China membawa komponen senjata nuklir di tengah perang AS melawan Iran. Insiden ini pertama kali diungkap oleh laporan investigasi CNN pada Jumat (18/9/2026).
