"Kami menjebak salah satu kapal selam tidak berawak paling modern, cerdas, dan canggih milik tentara teroris Amerika (Serikat) di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi terkini," kata pasukan angkatan laut IRGC dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Pemerintah Iran, seperti dikutip Jerusalem Post.
Iran Klaim Tangkap Kapal Selam Militer AS di Selat Hormuz

- Iran mengklaim IRGC menangkap dan melumpuhkan kapal selam tanpa awak militer AS di pintu masuk Selat Hormuz pada 8 September 2026.
- Media Iran menyebut kapal itu Dive-LD buatan Anduril, sepanjang 5,8 meter, yang dapat menjalankan misi pembersihan ranjau, pemetaan dasar laut, intelijen, dan inspeksi infrastruktur.
- Pentagon membenarkan kepemilikan kapal, tetapi menyatakan perangkat tersebut sudah rusak lebih dari sehari, merupakan model lama, dan tidak membawa data maupun peralatan sensitif.
Jakarta, IDN Times - Iran mengklaim berhasil menangkap dan melumpuhkan kapal selam tanpa awak milik angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang sedang berlayar di Selat Hormuz pada Selasa (8/9/2026). Menurut keterangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), kapal selam tersebut selama ini digunakan oleh Washington untuk berpatroli di Selat Hormuz.
1. Kapal selam AS yang ditangkap IRGC bernama Dive-LD

potret kapal selam (pexels.com/Jonathan Cooper) Media Iran menjelaskan bahwqa kapal selam tidak berawak AS yang berhasil ditangkap IRGC bernama Dive-LD. Kapal selam tersebut berukuran besar dan diproduksi oleh perusahaan militer yang berbasis di California bernama Anduril.
Kapal selam Dive-LD memiliki panjang 19 kaki atau 5,8 meter. Kapal selat ini bisa melakukan berbagai misi termasuk pembasmian ranjau laut, pemetaan dasar laut, pengumpulan informasi intelijen, serta inspeksi infrastruktur bawah laut, seperti pemasangan kabel dan pipa.
2. Pentagon merespons penangkapan kapal selam AS oleh IRGC

potert kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) (flickr.com/David B. Gleason via commons.wikimedia.org/David B. Gleason) Klaim dari IRGC ini langsung direspons oleh Kementerian Pertahanan AS (Pentagon). Pentagon mengatakan, kapal selam tanpa awak yang berhasil dilumpuhkan IRGC di Selat Hormuz memang milik militer AS. Namun, kapal tersebut tidak sedang melakukan misi penting karena sudah dalam keadaan rusak selama beberapa hari.
"Kapal selam tersebut sudah mengalami kerusakan lebih dari sehari yang lalu. Pesawat tanpa awak itu sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Pesawat tanpa awak yang rusak itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia," jelas Juru Bicara Pentagon yang tidak disebut namanya dilansir US News.
3. AS sering menggunakan kapal selam tidak berawak untuk melakukan misi di Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en) AS sendiri memang sering menggunakan kapal selam tidak berawak untuk melakukan misi di Selat Hormuz. Salah satunya adalah untuk membasmi ranjau yang dipasang Iran di sekitar perairan tersebut. Operasi ini sudah dilakukan AS sejak beberapa bulan yang lalu.
Presiden AS, Donald Trump, pada Agustus lalu mengklaim Selat Hormuz saat ini sudah bersih dari ranjau Iran. Oleh karena itu, semua kapal komersial sudah bisa berlayar di sana dengan bebas dan aman. Selain itu, Trump juga mengklaim Selat Hormuz kini sudah sepenuhnya dikuasai oleh AS, bukan Iran.





















