Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Militer Myanmar Bom Pasar di Rakhine, 49 Orang Tewas
pasar di Myanmar (unsplash.com/Ajay Karpur)
  • Militer Myanmar menjatuhkan dua bom di pasar Kyauktaw, Rakhine, menewaskan sedikitnya 49 warga sipil dan melukai 58 orang; 22 korban dilaporkan kritis.
  • Serangan di pasar yang dikuasai Arakan Army terjadi saat area ramai, membakar bangunan dan merusak kendaraan serta jembatan; militer Myanmar belum memberi tanggapan resmi.
  • Arakan Army mengecam dan mengancam balasan, sementara konflik pascakudeta 2021 telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang serta memaksa hampir 500 ribu warga mengungsi di Rakhine.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Militer Myanmar melancarkan serangan udara ke sebuah pasar di Kota Kyauktaw, Negara Bagian Rakhine, pada Senin (28/9/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 49 orang dan melukai 58 warga sipil lainnya.

Wilayah jatuhnya bom berada di bawah kendali kelompok etnis bersenjata Arakan Army. Pasar ini merupakan pusat grosir utama yang ramai didatangi pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.

1. Jet tempur jatuhkan dua bom di pasar Kyauktaw

Ilustrasi pesawat tempur. (unsplash.com/ Terence Burke)

Serangan bom terjadi sekitar tengah hari saat warga memadati area pasar. Pesawat tempur militer menjatuhkan dua bom di tengah kerumunan pedagang, pembeli, dan warga yang melintas.

Ledakan bom membakar deretan bangunan, merusak kendaraan dan sebagian jembatan di dekat pasar. Dari puluhan korban yang selamat, sedikitnya 22 orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Jumlah korban kali ini melampaui tragedi pengeboman rumah sakit di Mrauk-U pada Desember 2025 yang menewaskan 34 orang.

"Lokasi ini cukup jauh dari lokasi pertempuran dan tidak ada hubungannya dengan konflik," kata Wai Hun Aung, relawan penyelamat di Rakhine, dilansir The Straits Times.

2. Arakan Army bersumpah balas serangan militer Myanmar

Kota Yangon, Myanmar (unsplash.com/Zuyet Awarmatik)

Kelompok bersenjata Arakan Army mengecam serangan tersebut. Mereka menegaskan tidak akan tinggal diam atas operasi militer yang dinilai sengaja menargetkan masyarakat sipil.

"Kami akan segera mengambil tindakan balasan yang efektif terhadap individu dan organisasi yang bertanggung jawab langsung atas serangan udara ini," ujar perwakilan Arakan Army, dilansir India Today.

Pihak militer Myanmar belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan ini. Militer selama ini berdalih serangannya hanya menargetkan kelompok bersenjata yang mereka cap sebagai teroris.

Arakan Army merupakan sayap militer etnis yang memperjuangkan otonomi bagi warga Rakhine. Sejak memulai ofensif pada November 2023, kelompok ini telah merebut markas militer utama dan menguasai 14 dari 17 kota di Rakhine.

3. Konflik Myanmar tewaskan 100 ribu jiwa sejak kudeta

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing (Mil.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Kekerasan di Myanmar terus berlanjut sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi pada 2021. Pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlaing makin memperkuat posisinya setelah diangkat sebagai presiden oleh parlemen militer pada April lalu.

Lembaga pemantau Armed Conflict Location and Event Data mencatat lebih dari 100 ribu orang tewas sejak kudeta militer memicu perang saudara. Intensitas pertempuran semakin meluas dengan meningkatnya penggunaan pesawat nirawak atau drone tempur oleh kedua kubu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan hampir 500 ribu orang telah mengungsi di Rakhine akibat perang dan blokade jalur logistik oleh militer. PBB juga memperingatkan kondisi hak asasi manusia di negara itu jatuh ke titik terendah seiring maraknya kekerasan terhadap etnis Rohingya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article