ilustrasi tentara (pexels.com/Pixabay)
Pihak militer Pakistan mengelompokkan para militan yang tewas ke dalam kelompok separatis etnis Baloch dan Taliban Pakistan atau Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP). ISPR menyebut kedua kelompok bersenjata itu masing-masing dengan label Fitna al-Hindustan dan Fitna al-Khawarij. Militer Pakistan menyatakan kedua kelompok ini bertindak sebagai proksi yang didukung oleh India.
Terkait penindakan ini, ISPR merilis pernyataan resmi mengenai hasil kontak senjata tersebut. “Dalam empat puluh delapan hingga tujuh puluh dua jam terakhir, 48 teroris milik proksi India, Fitna al-Hindustan dan Fitna al-Khwarij, telah dilumpuhkan di seluruh Balochistan,” kata ISPR. Namun, pihak New Delhi secara konsisten membantah tudingan bahwa mereka mendukung aktivitas militansi di dalam wilayah Pakistan.
Operasi terpadu ini dijalankan di bawah visi kampanye nasional Azm-e-Istehkam yang disahkan oleh komite federal. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan perlawanan bersenjata hingga ke akar. “Operasi berkelanjutan oleh lembaga penegak hukum dan pasukan keamanan bertujuan untuk sepenuhnya melenyapkan terorisme yang dilindungi oleh elemen-elemen eksternal,” kata Zardari.