Jakarta, IDN Times - Nepal memperkirakan kerugian akibat banjir dahsyat pada pekan lalu mencapai setidaknya 3,24 miliar dolar AS (sekitar Rp57,1 triliun). Kepala Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA), Dharma Raj Upreti, menyatakan kerugian tersebut mencakup kerusakan parah pada properti, pemukiman, dan infrastruktur vital.
Upreti mengatakan kepada Reuters pada Jumat (4/9/2026) bahwa sekitar 52,6 juta dolar AS (Rp927,3 miliar) diperlukan untuk fase pemulihan awal selama empat bulan ke depan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki jalan, membangun tempat penampungan sementara, menyediakan air bersih, dan memulihkan pasokan listrik.
"Ini adalah perkiraan jumlah. Kami telah menghitungnya melalui koordinasi dengan berbagai lembaga dan departemen terkait," ujar Upreti, seraya menambahkan bahwa penilaian kerusakan yang lebih terperinci akan segera dilakukan, dilansir The Straits Times.
