Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banjir Nepal Dilaporkan Berdampak pada 1,6 Juta Warga

Banjir Nepal Dilaporkan Berdampak pada 1,6 Juta Warga
Gambar CCTV saat banjir bandang Nepal terjadi pada Agustus 2026. (Unknown author, Public Domain, via Wikimedia Commons)
  • Banjir bandang di Sungai Bhotekoshi dan Trishuli menewaskan sedikitnya 1.050 orang, berdampak pada hampir 1,6 juta warga, serta menyebabkan 3.916 orang hilang di 62 distrik Nepal.
  • Rasuwa dan Nuwakot menjadi wilayah terdampak paling parah, sementara jenazah terbanyak ditemukan di Chitwan. Banyak korban terseret arus hingga ratusan kilometer ke hilir.
  • Nepal mengerahkan 21.011 personel keamanan dan tim internasional; 11.814 orang telah diselamatkan, termasuk melalui 573 penerbangan helikopter, sedangkan identifikasi jenazah masih berlangsung di 21 rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bencana banjir bandang yang menerjang aliran Sungai Bhotekoshi dan Sungai Trishuli di Nepal merenggut sedikitnya 1.050 korban jiwa serta berdampak pada hampir 1,6 juta warga. Laporan situasi awal yang dirilis oleh Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMA) Nepal mencatat ribuan orang masih dinyatakan hilang di puluhan distrik.

Luapan air sungai yang bergerak cepat menghanyutkan para korban serta material bangunan hingga ratusan kilometer ke arah hilir sejak akhir Agustus 2026. Pemerintah Nepal mengerahkan puluhan ribu personel keamanan bersama tim penyelamat internasional asal India, China, dan Korea Selatan untuk mengevakuasi belasan ribu warga terisolasi melalui jalur darat dan udara.

  1. 1. Jumlah korban meninggal meningkat dan ribuan orang hilang

    Jembatan Larcha di Sungai Bhotekoshi, Nepal
    Jembatan Larcha di Sungai Bhotekoshi, Nepal (Saddam19, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Dilansir The Kathmandu Post, laporan resmi Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMA) Kementerian Dalam Negeri Nepal pada Selasa (1/9/2026) mencatat angka kematian mencapai 1.050 jiwa. Distrik Rasuwa dan Nuwakot ditetapkan sebagai wilayah yang terdampak paling parah oleh banjir bandang Sungai Bhotekoshi. Sementara itu, Distrik Dhading, Gorkha, dan Chitwan masuk dalam kategori terdampak tingkat sedang.

    Pihak berwenang melaporkan penemuan jenazah terbanyak berada di Distrik Chitwan dengan jumlah 321 korban. Selain itu, tim penyelamat menemukan 216 jenazah di Nawalparasi Timur dan 170 jenazah di Nawalparasi Barat. Penemuan korban meninggal juga tercatat di Nuwakot sebanyak 142 jiwa, Gorkha 65 jiwa, Dhading 57 jiwa, Rasuwa 41 jiwa, serta Tanahun 38 jiwa.

    Sebanyak 3.916 orang dilaporkan hilang dari 62 distrik di seluruh Nepal. Berdasarkan data NDRRMA, sekitar 62 persen dari warga yang hilang merupakan warga negara Nepal yang sedang bepergian dalam kelompok, termasuk wisatawan domestik. Selain itu, pegawai lembaga pemerintah menyumbang 17 persen dari total korban hilang, sedangkan warga negara asing mencakup 15 persen.

  2. 2. Puluhan ribu personel dan tim internasional dikerahkan

    ilustrasi tim penyelamat
    ilustrasi tim penyelamat (unsplash.com/Harish Bharti)

    Pemerintah Nepal memobilisasi 21.011 personel keamanan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan warga. Pasukan keselamatan ini terdiri dari 8.896 personel Angkatan Darat Nepal, 7.912 personel Kepolisian Nepal, dan 4.203 personel Angkatan Kepolisian Bersenjata. Tim penyelamat internasional dari India, China, dan Korea Selatan juga bergabung membantu operasi evakuasi di wilayah pegunungan tersebut.

    Operasi pertolongan berhasil menyelamatkan 11.814 orang dari bahaya banjir, termasuk 253 warga negara asing. Operasi udara memegang peranan penting melalui 573 penerbangan helikopter yang berhasil mengevakuasi 3.702 orang ke tempat aman. Sebelumnya pada Minggu (30/8/2026), penerbangan militer juga berhasil mengevakuasi 15 warga negara China dan tujuh warga negara India dari kawasan proyek pembangkit listrik tenaga air.

    Bencana ini turut menekan fasilitas kesehatan nasional dengan mencatat 292 korban luka mendapatkan perawatan medis. Sebanyak 210 orang sudah diperbolehkan pulang usai menjalani penanganan, sementara 79 korban luka masih dirawat. Tiga pasien dilaporkan meninggal dunia saat menerima perawatan medis di fasilitas kesehatan, sedangkan Angkatan Darat Nepal memberikan layanan medis terpisah kepada 2.740 warga setempat.

  3. 3. Identifikasi jenazah dan tantangan evakuasi di lapangan

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Banyak jenazah korban terbawa arus sungai yang deras hingga ratusan kilometer ke kawasan hilir. Kondisi tersebut menyulitkan proses identifikasi korban oleh tim medis di lapangan. Jenazah yang belum teridentifikasi saat ini disimpan di 21 rumah sakit yang tersebar di berbagai distrik terdampak.

    Kepolisian Nepal dan NDRRMA mempublikasikan rincian data jenazah yang belum teridentifikasi melalui akun Facebook resmi dan portal bencana kepolisian. Langkah ini dilakukan agar pihak keluarga yang kehilangan anggota kerabat dapat melakukan pencocokan identitas secara berkala. Pemerintah terus memperbarui informasi korban seiring berjalannya proses pencarian di daerah bencana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More