Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukannya tidak akan mundur dari Lebanon selatan. Ia beralasan kehadiran militer Israel masih sangat dibutuhkan di wilayah tersebut untuk menjaga keamanan.
Pernyataan ini keluar saat berlangsungnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss pada Minggu (21/6/2026). Pemerintah Israel menyatakan posisinya ini tidak akan berubah meski ada tekanan dari komunitas internasional.
