Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ingin kesepakatan damai dengan Iran juga berlaku untuk Israel dan Lebanon. Sebab, ia ingin Israel menghentikan serangan ke Lebanon agar perdamaian tidak hanya meliputi AS dan Iran saja, tetapi juga semua negara di Timur Tengah.
Trump Mau Kesepakatan Damai AS-Iran juga Berlaku buat Israel-Lebanon

- Donald Trump ingin kesepakatan damai AS-Iran juga mencakup Israel dan Lebanon agar tercipta gencatan senjata total di seluruh Timur Tengah.
- Israel masih melancarkan serangan ke Lebanon selatan untuk menumpas Hizbullah, menewaskan 16 orang dalam serangan terbaru dan ribuan korban sejak Maret.
- Sebelumnya Trump tidak memasukkan Lebanon dalam kesepakatan damai, namun kini ia berubah sikap demi memperluas perdamaian antara Israel dan Lebanon.
“Kami mengharapkan gencatan senjata total di semua lini, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel. Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian dan kami mendorong semua orang di Timur Tengah untuk mempertahankan komitmen mereka agar negosiasi kami dapat berjalan dengan lancar,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Kamis (18/6/2026), seperti dikutip Times of Israel.
1. Israel masih menyerang Lebanon selatan

Pernyataan tadi disampaikan Trump untuk merespons tindakan Israel yang hingga kini masih menyerang Lebanon. Padahal, dalam kesepakatan damai AS dan Iran, Israel diwajibkan untuk menghentikan serangan ke Lebanon. Sebab, Israel dan Lebanon sudah masuk dalam kesepakatan damai AS dan Iran.
Israel sendiri menyerang Lebanon untuk membasmi seluruh anggota Hizbullah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan tidak akan berhenti menyerang Lebanon sampai Hizbullah menyerah dan mau melucuti semua senjatanya.
2. Serangan Israel di Lebanon tewaskan 16 orang

Serangan terbaru Israel di Lebanon terjadi pada Kamis malam waktu setempat. Dilansir Al Jazeera, pasukan pertahanan Israel (IDF) kala itu menyerang Lebanon selatan hingga menewaskan setidaknya 16 orang. IDF mengatakan, serangan tersebut merupakan balasan untuk Hizbullah yang sudah lebih dulu meluncurkan serangan ke pasukan Israel.
Sejauh ini, serangan Israel ke Lebanon yang dilakukan sejak 2 Maret lalu sudah menewaskan 3.912 orang. Sementara itu, 11.873 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, jika agresi Israel terus berlanjut, maka korban akan makin bertambah.
3. Trump sebelumnya tidak peduli dengan perang Israel dan Lebanon

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan perang antara Israel dan Lebanon. Trump juga mengatakan dirinya tidak menuntut Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan damai AS dan Iran. Sebab, menurutnya, negosiasi yang ditempuh AS hanya untuk mencapai perdamaian dengan Iran. Sementara Lebanon adalah urusan Israel.
"Saya rasa, mereka ingin melihatnya (Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan damai AS dan Iran). Namun, saya tidak menuntut itu," kata Trump dalam wawancara di acara Meet the Press bersama NBC News pada 6 Juni lalu dikutip Jerusalem Post.
Namun, Trump kini berubah pikiran. Sebab, presiden yang kini berusia 80 tahun itu ingin Israel dan Lebanon ikut berdamai seperti AS dan Iran. Ini bertujuan agar perdamaian di Timur Tengah tercipta.
















