Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
OKI Kecam Serangan Balik Iran yang Sasar Arab Saudi Cs
Peluncuran Rudal Iran, Qadr, dari peluncur truk dalam Latihan Angkatan Laut Velayat-90. (commons.wikimedia.org/Mohammad Sadegh Heydari)
  • OKI mengecam keras serangan balasan Iran yang menargetkan negara anggotanya seperti Arab Saudi, UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
  • Organisasi tersebut menilai tindakan Iran sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas regional serta melanggar prinsip hukum internasional.
  • Serangan Iran terjadi setelah Israel dan AS meluncurkan operasi militer yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras tindakan Iran yang menargetkan sejumlah negara anggotanya dalam serangan balasan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (2/3/2026), Sekretariat Jenderal OKI menolak alasan Iran yang menyerang Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.

“Tindakan tersebut sebagai eskalasi yang tidak dapat diterima dan ancaman terhadap stabilitas regional, dengan dampak serius bagi perdamaian dan keamanan,” kata pernyataan tersebut.

OKI menegaskan solidaritas penuh kepada negara-negara anggota yang terdampak. Organisasi itu menyatakan setiap agresi yang memengaruhi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas anggota tidak dapat dibenarkan.

Sekretariat Jenderal OKI juga menilai pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan negara anggota serta prinsip hukum internasional sebagai preseden serius. Langkah tersebut dinilai merusak fondasi hubungan internasional yang dibangun atas dasar saling menghormati dan tidak mencampuri urusan dalam negeri.

Eskalasi memanas setelah akhir pekan lalu Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Teheran menyatakan akan menggunakan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Langkah Iran memicu kecaman luas dari negara-negara kawasan yang terdampak langsung. Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas regional.

Iran sendiri tercatat sebagai salah satu negara pendiri OKI, organisasi yang kini justru secara terbuka mengecam tindakan balasan Teheran tersebut.

Editorial Team