PM Israel Benjamin Netanyahu (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengecam kesepakatan yang sedang disusun oleh Washington dan Teheran. Ia menilai kesepakatan itu tidak mencapai target perang yang telah ditetapkan oleh Israel.
Lapid menyoroti bahwa pemerintahan Iran dan program rudal mereka akan tetap bertahan. Kondisi ini membuat Israel seolah berubah menjadi negara satelit yang hanya menerima perintah dari AS.
"Dia (Netanyahu) terus mengatakan kepada semua orang: 'Kami mengubah Timur Tengah.' Namun, karena kelalaiannya, kesombongannya, kurangnya tim profesional yang tepat, dan penilaiannya dipengaruhi oleh hal lain, dia mengubahnya menjadi lebih buruk," kata Lapid, dilansir The New Arab.
Kritik serupa datang dari politikus sayap kanan sekaligus mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman. Ia memandang kesepakatan ini sebagai sebuah bencana bagi Israel dan kemenangan bagi pihak Iran.
Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, turut menyalahkan langkah diplomatik pemerintahan saat ini. Ia menuduh Netanyahu telah mengubah Israel menjadi negara paria yang dikucilkan dunia internasional.